Tenaga Medis RSUD Nabire Gelar Aksi, Tuntut Transparansi Dana Rumah Sakit
![]() |
Sejumlah tenaga medis, paramedis, dan non-medis RSUD Nabire menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor DPRD Nabire, Rabu (5/3), menuntut transparansi dana rumah sakit. |
NABIRE – Sejumlah tenaga medis, paramedis, dan non-medis RSUD Nabire kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor DPRD Nabire, Rabu (5/3) pagi. Mereka menuntut transparansi dalam pengelolaan dana rumah sakit yang berasal dari berbagai sumber pendapatan.
Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang dilakukan di halaman kantor RSUD Nabire beberapa hari lalu.
Para demonstran mendesak Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk melakukan audit terhadap aliran dana yang diduga diterima oleh RSUD Nabire. Desakan tersebut tertulis dalam spanduk yang mereka bawa bertuliskan:
"Kami mohon agar oknum-oknum yang bersangkutan diusut tuntas! Ke mana sumber pendapatan RSUD Nabire?"
Dalam spanduk tersebut, demonstran secara langsung menyoroti beberapa pejabat rumah sakit yang dianggap bertanggung jawab atas transparansi dana RSUD Nabire, yakni Direktur RSUD Nabire, Bendahara Penerima, Sekretaris Pribadi Direktur, dan Bendahara Pengeluaran. Mereka mendesak agar pihak-pihak tersebut memberikan klarifikasi terkait pengelolaan dana rumah sakit.
Mereka mempertanyakan transparansi pengelolaan dana dari setidaknya 10 sumber pendapatan, di antaranya BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja, Jasa Swasta/BLUD, Ko Sehat, PT. Nabire Baru, PT. Bendungan SP II, SOS (Freeport), Asabri, dan Taspen.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen RSUD Nabire terkait tuntutan yang disuarakan oleh tenaga medis.
Main Tag: RSUD Nabire, Transparansi Dana, Aksi Unjuk Rasa, BPK RI, DPRD Nabire, Tenaga Medis, Kesehatan, Korupsi, Pengelolaan Anggaran, Berita Nabire