NABIRE – Gangguan jaringan internet yang melanda Kabupaten Nabire dan wilayah Tanah Papua sejak 16 Agustus 2025 mendapat perhatian serius dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nabire.

Plt Kepala Dinas Kominfo Nabire, Yermias Degei, S.Pd., M.I.Kom, bilang gangguan tersebut terjadi akibat double shunt fault di dua titik, yakni Sorong dan Merauke, dengan kedalaman 50 hingga 500 meter. “Kerusakan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku–Papua Cable System ruas Sorong–Merauke ini terjadi karena faktor non-teknis atau kondisi alam di luar kendali manusia,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (22/8/2025).

Menurut Yermias, internet kini sudah menjadi kebutuhan vital dalam kehidupan masyarakat, mulai dari komunikasi, pendidikan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi. Karena itu, pihaknya juga ikut merasakan dampak langsung dari gangguan tersebut.

Baca juga:  Kapolres Nabire Ungkap Hasil Visum Tak Ada Luka Tembak

Ia menambahkan, percepatan pemulihan SKKL sepenuhnya berada di bawah kewenangan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Saat ini, Telkom tengah melakukan langkah percepatan perbaikan, meski prosesnya membutuhkan waktu mengingat kondisi geografis dan teknis kabel laut di ruas Sorong–Merauke.

“Kominfo Nabire terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada masyarakat begitu ada informasi resmi dari penyelenggara jaringan,” tegas Yermias.

Kominfo Nabire berharap masyarakat tetap bersabar dan memahami situasi ini sembari menunggu pemulihan layanan internet secara bertahap.

Tim infoNabire
Editor
Tim infoNabire
Reporter