Ditebas OTK di Lorong DPRK Nabire, Pemuda 18 Tahun Jalani 20 Jahitan
NABIRE – Aksi penikaman oleh orang tak dikenal (OTK) terjadi di lorong belakang Kantor DPRK Nabire, Kelurahan Bumi Wonorejo, dan viral di media sosial pada Jumat petang, (12/12/2025). Seorang pemuda berusia 18 tahun menjadi korban dan harus menjalani sekitar 20 jahitan akibat luka di bagian punggung.
Kondisi korban usai kejadian terekam dalam sebuah video berdurasi 38 detik yang kemudian beredar luas di sejumlah grup WhatsApp di Nabire. Dalam video tersebut, korban terlihat menahan rasa sakit dengan pakaian putih yang dikenakannya berlumuran darah.
Korban diketahui bernama Muhammad Askar (18). Keluarga korban, Nur Febry, kepada InfoNabire saat dikonfirmasi melalui DM Instagram menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa adiknya.
Nur Febry bilang, korban sebelumnya baru pulang dari latihan lari sekitar pukul 17.30 WIT. Namun sekitar pukul 18.30 WIT, korban ditebas oleh pelaku saat melintas di lorong belakang Kantor DPRK Nabire.
“Awalnya adik saya tidak sadar kalau diikuti karena kondisi gelap dan saat itu listrik padam. Saat mau menyeberang jalan, dia sadar ada orang di belakang lalu langsung ditebas di bagian punggung,” kata Nur Febry.
Ia menyebut, pelaku diduga berjumlah dua orang dan menggunakan sepeda motor Honda Beat Street. Usai menebas korban, kedua pelaku sempat terjatuh sehingga tidak sempat mengambil barang-barang milik korban.
“Motor dan tas yang dipakai adik aman karena pelaku terjatuh,” jelasnya.
Setelah kejadian, korban langsung menyelamatkan diri dan pulang ke rumah tanpa sempat mengambil sepeda motornya yang diketahui Motor Honda CRF. Keluarga menyebut, mereka tinggal di sekitar belakang Kantor DPRK Nabire dan selama ini merasa kawasan tersebut aman karena ada penjagaan polisi.
Namun kejadian tersebut membuat keluarga korban merasa waswas. Menurut Nur Febry, lokasi kejadian berada di jalur dalam kawasan DPRK, lurus ke arah belakang hingga perempatan jalan poros. Ia menegaskan, di titik tersebut tidak terdapat lampu penerangan dan kondisi semakin gelap karena listrik padam.
Korban kemudian mendapatkan perawatan medis dan saat ini menjalani rawat jalan. “Jahitan sekitar 20-an. Kondisi adik sekarang sudah aman dan sudah pulang ke rumah setelah kontrol dari RSUD Nabire,” katanya.
Tak lama setelah kejadian, personel Polres Nabire mendatangi lokasi untuk melakukan interogasi. Pihak keluarga juga telah membuat laporan resmi ke Polres Nabire pada Sabtu pagi.
Keluarga korban berharap pihak kepolisian dapat meningkatkan pengamanan, khususnya di area belakang Kantor DPRK Nabire yang dinilai rawan. “Seharusnya pos juga ada di belakang karena sudah beberapa kali kejadian,” tutup Nur Febry.












