Guru Hebat Selalu Membawa Harapan, Wakil Ketua I DPRK Nabire Dorong Kolaborasi Pendidikan Pedalaman
NABIRE – Guru hebat selalu membawa harapan yang tak pernah padam. Prinsip ini menjadi spirit Wakil Ketua I DPRK Nabire dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPRD, khususnya dalam pengawasan pelayanan pendidikan di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Sebagai lembaga legislatif daerah, DPRK Nabire menjalankan tiga fungsi utama, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan. Di sektor pendidikan, pengawasan DPRK Nabire berfokus pada upaya memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan efisien, berkualitas, serta sesuai standar pelayanan minimal.
Dalam rangka memperkuat fungsi tersebut, Wakil Ketua I DPRK Nabire melakukan koordinasi dan konsultasi ke Yayasan Tangan Pengharapan pada Rabu, 4 Februari 2026. Kunjungan kerja ini berlangsung di kantor yayasan yang beralamat di Jl. Simponi Mas V B8 No.1–3, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua I DPRK Nabire menegaskan bahwa pendidikan di wilayah pesisir Kabupaten Nabire merupakan modal strategis utama untuk mencetak Generasi Emas Papua menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai pembangunan sumber daya manusia Papua harus dimulai dari pendidikan yang menjangkau hingga daerah terpencil dan terluar.
Kunjungan kerja tersebut diterima langsung oleh Koordinator Program Guru Pedalaman Yayasan Tangan Pengharapan, Lestari N. Sihombing, S.Pd., MM, bersama sejumlah anak asli Nabire dari Kampung Bawei dan Kampung Napan Yaur, Distrik Teluk Umar. Saat ini, anak-anak tersebut mengikuti program sekolah berasrama yang diselenggarakan yayasan.
Program sekolah berasrama Yayasan Tangan Pengharapan menyasar anak-anak berprestasi dari keluarga tidak mampu maupun yatim piatu. Para peserta memperoleh beasiswa pendidikan mulai dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Perguruan Tinggi. Tim pendidikan pusat bersama guru-guru pedalaman menyeleksi anak-anak yang memiliki karakter baik serta jiwa kepemimpinan dari berbagai Feeding & Learning Center Tangan Pengharapan di seluruh Indonesia.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Wakil Ketua I DPRK Nabire menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para guru pedalaman. Ia menilai dedikasi guru-guru yang rela meninggalkan kenyamanan kota besar demi mengabdi di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) patut mendapat dukungan penuh dari semua pihak.
“Sebagai wakil rakyat, saya mewakili pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada para guru yang dengan tulus melayani dan menyiapkan Generasi Emas Papua, khususnya di wilayah pedalaman Kabupaten Nabire,” ujarnya.
Yayasan Tangan Pengharapan sendiri menjalankan Program Guru Pedalaman sebagai langkah konkret memajukan pendidikan di pelosok. Melalui program ini, yayasan secara rutin menugaskan guru-guru dengan kompetensi dan pengetahuan mumpuni dari berbagai bidang untuk mengajar anak-anak pedalaman di Feeding & Learning Center. Para guru yang ditugaskan juga memiliki panggilan hati dan komitmen kuat untuk memajukan pendidikan Indonesia, khususnya di wilayah terpencil.

Meski demikian, pihak yayasan mengakui masih membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Guru-guru pedalaman kerap menghadapi kendala transportasi laut, keterbatasan bahan bakar minyak (BBM), alat tulis kantor (ATK), serta minimnya fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang menunjang proses belajar mengajar.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua I DPRK Nabire Imanuel F.H. Rumbewas secara khusus mengajukan permohonan agar Yayasan Tangan Pengharapan dapat menambah wilayah sasaran Program Guru Pedalaman di daerah 3T Kabupaten Nabire pada tahun-tahun mendatang.
Ia juga mendorong pemerintah daerah agar dalam penyusunan program kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, khususnya Dinas Pendidikan, dapat membangun kolaborasi dengan Yayasan Tangan Pengharapan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menyiapkan fasilitas penunjang, sumber daya manusia guru yang siap mengabdi, serta program pelatihan Guru Pedalaman bagi Orang Asli Papua dengan dukungan alokasi anggaran Otonomi Khusus Papua.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan yayasan pendidikan, Wakil Ketua I DPRK Nabire optimistis pelayanan pendidikan di daerah 3T dapat terus meningkat dan melahirkan Generasi Emas Papua yang unggul dan berdaya saing.
- Beasiswa Pendidikan Papua
- Berita Nabire Hari Ini
- Dinas Pendidikan Nabire
- DPRK Nabire
- Feeding and Learning Center
- Generasi Emas Papua
- Guru Hebat Papua
- Guru Pedalaman
- Imanuel F H Rumbewas
- Info Nabire
- Otonomi Khusus Papua
- Pendidikan Daerah 3T
- Pendidikan Papua Tengah
- Pendidikan Pedalaman Nabire
- Sekolah Berasrama Papua
- Wakil Ketua I DPRK Nabire
- Yayasan Tangan Pengharapan














