Dinan Adii, Putra Papua yang Bangun Bengkel dari Niat dan Keahlian

Dinan Adii, pemilik bengkel motor Manabida yang berada di Jalan Medan, Karang Muli, Nabire, Papua Tengah. (Foto: Yusran/IN)

NABIRE, infonabire.com – Berawal dari niat dan keahlian, Dinan Adii (27), seorang putra Papua, membuktikan bahwa keterbatasan modal bukan penghalang untuk membangun usaha mandiri. Dinan kini mengelola Bengkel Motor Manabida yang beralamat di Jalan Medan, Karang Mulia, Nabire, dan telah beroperasi selama kurang lebih sembilan bulan.

Kepada wartawan infonabire.com saat ditemui di bengkelnya Sabtu (14/2), Dinan menuturkan bahwa keinginan membuka bengkel sudah tumbuh sejak ia masih duduk di bangku SMA di Kabupaten Deiyai. Ia menamatkan pendidikan menengah pada tahun 2017, lalu melanjutkan kuliah di Jayapura hingga lulus dari Fakultas Hukum. Sepulang dari Jayapura, Dinan memilih pulang ke Nabire dan mewujudkan niat lamanya membuka bengkel.

“Sejak SMA saya sudah punya niat buka bengkel. Setelah selesai kuliah di Jayapura, saya putuskan pulang dan langsung mulai usaha,” ujar Dinan.

Bangun Bengkel Tanpa Modal Uang

Menariknya, Dinan mengaku membangun Bengkel Motor Manabida tanpa modal uang. Ia hanya mengandalkan niat, keberanian, dan keahlian, sementara tempat usaha ia gunakan berkat bantuan seorang teman.

Dinan Adii, Putra Papua yang Bangun Usaha Bengkel dari Niat dan Keahlian

“Modal uang sebenarnya tidak ada. Tempat ini juga milik teman. Yang penting saya berani mulai,” katanya.

Baca juga:  INI Penyebab, Gangguan Internet di Nabire, Botawa, dan Enarotali, Telkom: Kami mohon maaf

Meski tanpa modal besar, bengkel yang dikelolanya tetap berjalan dan melayani kebutuhan masyarakat sekitar. Bengkel Motor Manabida melayani berbagai jenis pekerjaan, mulai dari servis motor harian, ganti oli, ganti ban, ganti kampas rem, penyediaan sparepart, servis mesin, hingga pekerjaan lain sesuai kebutuhan pelanggan.

Sudah Sembilan Bulan Berjalan, Tetap Bertahan

Selama sembilan bulan beroperasi, Dinan mengaku hampir setiap hari menerima pekerjaan servis motor. Ia bahkan kerap menangani pekerjaan berat seperti belah mesin.

“Kalau kemarin saya belah mesin empat motor. Satu saya lanjutkan sampai malam, dan tadi baru selesai,” ungkapnya.

Saat ini, Dinan masih melibatkan keluarga dan adik-adiknya untuk membantu operasional bengkel. Meski ada warga yang datang melamar pekerjaan, ia memilih fokus mengembangkan usaha terlebih dahulu sebelum membuka lowongan kerja secara luas.

Pesan untuk Anak Muda Papua

Dinan juga menyampaikan pesan kepada anak-anak muda Papua, baik yang masih bersekolah maupun yang sudah tidak melanjutkan pendidikan, agar tidak takut mencoba dunia usaha.

“Lebih baik kita berperang di dunia kerja. Kalau belum bisa buka usaha sendiri, kita bisa bantu-bantu dulu di bengkel orang, sambil belajar,” pesannya.

Baca juga:  “Ko Pilih Naik atau Sa Lompat?” Pria 22 Tahun di Kalibobo Usir Petugas dan Goyang Tiang Lampu

Menurutnya, banyak anak muda Papua sebenarnya memiliki niat dan kemampuan, namun terkendala modal dan rasa takut, terutama terhadap kredit usaha.

“Orang Papua itu sebenarnya bisa. Bukan tidak bisa. Kita hanya kurang modal dan takut kredit. Padahal saya sendiri buka bengkel ini tanpa modal, hanya niat dan keahlian,” tegasnya.

Harapan untuk Pemerintah

Ke depan, Dinan berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada pengusaha muda putra Papua, terutama dalam hal akses permodalan dan penyediaan tempat usaha.

“Kalau pemerintah bisa bantu satu atau dua ruko di jalan besar, itu sudah sangat membantu supaya kami putra daerah juga bisa berkembang,” harapnya.

Ia menegaskan bahwa peluang usaha di Papua masih sangat terbuka, khususnya di sektor jasa seperti servis motor dan servis handphone yang selalu dibutuhkan masyarakat.

Saat ini, Bengkel Motor Manabida buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 19.00 WIT, menjadi bukti nyata bahwa niat dan keahlian mampu mengalahkan keterbatasan modal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup