Wagub Papua Tengah Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Jangan Terpaku CPNS

Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si.

NABIRE – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley, mengajak mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi di Papua Tengah agar tidak hanya bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS), tetapi berani terjun ke dunia usaha demi memperkuat ekonomi daerah.

Pesan itu ia sampaikan usai membuka talk show dan ramah tamah Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah di Cafe Jakarta, Nabire, Rabu (25/2/2026).

“Saya mengajak seluruh anak-anak kami mahasiswa yang selesai kuliah, jangan berpikir untuk pegawai negeri terus. Jangan,” tegas Deinas.

Ia bilang, jika hanya mengandalkan gaji PNS, pendapatan yang diterima relatif terbatas. “Pegawai negeri itu gaji satu bulan sekitar Rp3 juta. Berarti kalau kita bagi, satu hari sekitar Rp100 ribu. Lebih baik kamu terjun ke dunia usaha. Itu bebas, tidak ada yang larang,” ujarnya.

Deinas menekankan pentingnya kaderisasi generasi muda Papua Tengah agar memahami dan menggerakkan sektor ekonomi daerah. Menurutnya, jika anak-anak Papua Tengah mampu menangkap peluang dan menghidupkan ekonomi lokal, dampaknya akan luar biasa dalam jangka panjang.

“Kalau kita sudah kaderisasi anak-anak kita ini, dan mereka tangkap ekonomi ini, itu luar biasa,” katanya.

Ia optimistis dalam 10 hingga 50 tahun ke depan, Papua Tengah bisa menjadi kekuatan ekonomi di Tanah Papua karena didukung sumber daya alam yang melimpah.

Baca juga:  Pemda Deiyai dan Bank BRI Tandatangani MoU Layanan Perbankan

“Sepuluh tahun ke depan, 20 tahun ke depan, bahkan 50 tahun ke depan, ekonomi yang kuat itu hanya di Papua Tengah. Karena sumber daya alam ini 100 persen sudah oke. Tinggal siapa yang gali dan kelola, itu anak-anak ini,” ujarnya.

Namun, Deinas menegaskan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam. Kunci utamanya terletak pada kualitas manusia. Ia bilang, tugas pemerintah provinsi adalah memanusiakan manusia, membangun kesadaran dan kemauan generasi muda agar mampu berdiri di atas kaki sendiri.

“Kalau bukan kita yang arahkan mereka, siapa lagi yang datang bangun Papua Tengah? Kita anak-anak Papua Tengah harus punya kesadaran dulu,” katanya.

Ia menjelaskan, kesadaran menjadi pintu masuk menuju kemajuan ekonomi. Jika generasi muda memiliki kesadaran dan kemauan, sektor ekonomi akan berjalan dengan sendirinya. Sebaliknya, tanpa kesadaran dan keberanian mencoba, potensi besar Papua Tengah bisa tenggelam.

“Kalau kita tidak sadar dan tidak punya kemauan, maka semua ini akan tenggelam dan tidak bisa maju lagi,” tegasnya.

Karena itu, ia menyebut momentum tersebut sangat penting, khususnya bagi generasi muda dari delapan kabupaten di Papua Tengah. Ia meminta mereka tidak mundur sebelum mencoba.

“Tidak ada alasan untuk mundur. Harus maju dulu. Segala sesuatu itu harus coba dulu, baru bisa,” ujarnya.

Baca juga:  Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Girimulyo Nabire

Deinas juga mengingatkan, jika generasi muda Papua Tengah tidak mengambil peran, maka peluang dan kekayaan daerah bisa diambil pihak luar.

“Kalau kamu tidak coba, hanya dengar lalu bilang tidak bisa dan mundur, maka kekayaan ini teman-teman dari luar akan bawa pergi. Kamu hanya lihat dan cium baunya saja,” katanya.

Untuk itu, ia mendorong kolaborasi antara generasi muda Papua Tengah dengan pihak luar yang memiliki pengalaman dan jaringan usaha. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam membangun ekonomi kerakyatan yang menyentuh masyarakat bawah.

“Kolaborasi itu penting. Harus sama-sama bangun. Ekonomi kerakyatan untuk masyarakat di bawah harus kita dorong,” ucapnya.

Ia juga menekankan peran penting kepemimpinan dalam organisasi dan wadah-wadah ekonomi yang sudah dibentuk anak-anak muda Papua Tengah. Menurutnya, ketua organisasi harus aktif merangkul semua anggota agar program berjalan.

“Kalau ketua diam dan lipat tangan, barang ini tidak bisa jalan. Kunci penting ada di ketua. Harus rangkul semua dan barang ini harus jalan,” tegasnya.

Deinas optimistis, jika generasi muda memiliki kesadaran, kemauan, dan semangat kolaborasi, maka Papua Tengah akan tumbuh menjadi pusat ekonomi yang kuat di masa depan.

l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup