Aparat TNI-Polri Gerebek Kamp KKB Pimpinan Aibon Kogoya di Hutan Nabarua Nabire
NABIRE – Aparat gabungan TNI-Polri menggerebek kamp kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya di wilayah hutan Nabarua, Kampung Kali Haparan, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Operasi penegakan hukum itu dipimpin Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz (Satgas Gakkum ODC) dan dilaksanakan pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIT.
Kepala Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz (ODC) Kombes Pol IGG Era Adhinata di Nabire, Senin, mengatakan operasi tersebut merupakan tindak lanjut atas aksi penyerangan terhadap pos keamanan PT Kristalin yang sebelumnya dilakukan kelompok tersebut.
“Tim gabungan TNI-Polri melaksanakan upaya penegakan hukum di lokasi persembunyian kelompok KKB pimpinan Aibon Kogoya,” ujarnya.

Saat aparat mendekati lokasi persembunyian di kawasan hutan Nabarua, terjadi kontak tembak antara tim gabungan dengan kelompok bersenjata. Dalam situasi tersebut, Aibon Kogoya bersama sejumlah anggotanya dilaporkan melarikan diri meninggalkan kamp.
Meski pimpinan kelompok berhasil kabur, aparat tetap melakukan penyisiran dan penggeledahan di lokasi. Dari hasil penggerebekan, petugas menemukan sejumlah barang bukti penting.
Barang bukti yang diamankan antara lain 561 butir amunisi berbagai kaliber, uang tunai sebesar Rp79.700.000, serta 12 unit telepon genggam.
Selain itu, aparat juga mengamankan dua unit telepon genggam milik korban penyerangan di pos PT Kristalin yang sebelumnya dirampas oleh kelompok tersebut. Satu unit telepon genggam lainnya diduga milik pimpinan kelompok.
Seluruh barang bukti kini diamankan untuk kepentingan penyelidikan dan pengembangan kasus lebih lanjut oleh Satgas Gakkum ODC.
Berdasarkan pantauan di lapangan, dalam operasi tersebut aparat TNI turut mengerahkan helikopter militer untuk mendukung pergerakan pasukan serta memperkuat pengamanan wilayah sekitar lokasi penggerebekan.
Satgas Gakkum ODC menegaskan bahwa operasi penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari ancaman aksi kekerasan bersenjata di wilayah Nabire dan sekitarnya.
Langkah tegas ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak kelompok KKB dan menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.








