Freeport Kirim 90 Ton Kebutuhan Natal ke Dataran Tinggi Mimika Lewat Community Christmas Flights

Total 90 Ton barang-barang yang diangkut menggunakan helikopter PTFI dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Kampung Jagamin, Ainggogin (Aroanop), dan Beane– Dolil (Tsinga) untuk masyarakat tiga kampung. (Foto: Dok. PTFI)

Setibanya di titik penurunan, warga kemudian membawa kebutuhan Natal tersebut ke kampung masing-masing. Di Lembah Aroanop terdapat tujuh kampung, sementara Lembah Tsinga memiliki delapan kampung, dan Lembah Jila terdiri dari 12 kampung yang tersebar di wilayah pegunungan.

Freeport Kirim 90 Ton Kebutuhan Natal ke Dataran Tinggi Mimika Lewat Community Christmas Flights
Barang-barang kebutuhan Natal masyarakat tiga kampung tiba di salah satu helipad tujuan, sebelum didistribusikan kepada masyarakat. (Foto: Dok. PTFI)

Untuk menjangkau Lembah Aroanop dan Tsinga, masyarakat selama ini mengandalkan helikopter sewa atau pesawat komersial bersubsidi. Biaya sewa helikopter mencapai Rp25–40 juta dengan kapasitas 600–800 kilogram. Sementara itu, pesawat bersubsidi membatasi bagasi penumpang hingga 16 kilogram, dengan biaya tambahan Rp23.000 per kilogram jika melebihi batas. Di kawasan ini, tidak tersedia kendaraan darat sehingga warga mengandalkan perjalanan kaki dan jasa porter.

“Jika menggunakan helikopter PTFI dengan sling load akan sangat menyingkat waktu karena helikopter langsung ke kampung-kampung tersebut. Dengan demikian warga bisa berhemat karena tidak perlu mengeluarkan biaya angkut barang,” kata Nathan.

Selain mendukung pengiriman kebutuhan Natal ke dataran tinggi, PTFI juga membantu angkutan darat bagi warga di sekitar wilayah operasional, seperti Kampung Banti 1, Banti 2, Kimbeli, dan Opitawak. Angkutan Natal ini berlangsung pada 15–24 Desember 2025 dengan 36 perjalanan bus, melayani 1.473 penumpang dan mengangkut 126 ton bahan makanan serta kebutuhan Natal.

Di wilayah dataran rendah, PTFI turut mendukung mobilitas dan angkutan barang bagi warga Suku Kamoro, di antaranya Kampung Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka, dan Nawaripi, sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran perayaan Natal masyarakat Mimika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup