Kapolda Papua Tengah Siapkan 31 Pos Pengamanan Operasi Ketupat Noken 2026 untuk Idul Fitri 1447 H
NABIRE, infoNabire.com – Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol Jermias Rontini, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral kesiapan pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Polda Papua Tengah.
Rapat tersebut berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Bandara Lama Nabire, Selasa (10/03/2026).
Kapolda Papua Tengah Kombes Pol Jermias Rontini bilang, rapat koordinasi ini merupakan langkah strategis untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan sinergitas seluruh instansi terkait dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Operasi Ketupat Noken 2026.
Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, serta penuh kebahagiaan.
“Tema kegiatan kita hari ini adalah Sinergi Polri dengan Instansi Terkait dalam Kesiapan Operasi Ketupat Noken 2026 guna Menjaga Khidmat Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026,” kata Kapolda.

Ia menjelaskan, tema tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat tidak dapat dilakukan oleh Polri sendiri.
Karena itu, dibutuhkan dukungan penuh serta kolaborasi dari seluruh instansi terkait, mulai dari TNI, pemerintah daerah, instansi perhubungan, kesehatan, Basarnas, hingga berbagai stakeholder lainnya.
Dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Polda Papua Tengah bersama seluruh jajaran akan melaksanakan operasi kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Ketupat Noken 2026.
Operasi tersebut direncanakan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Kapolda menegaskan, Operasi Ketupat bukan hanya pengamanan menjelang Idul Fitri, tetapi merupakan operasi pelayanan selama bulan suci Ramadan secara menyeluruh.
“Operasi Ketupat bukan hanya operasi menjelang Idul Fitri, tetapi operasi pelayanan selama bulan suci Ramadan secara utuh, mulai dari awal Ramadan hingga masyarakat kembali beraktivitas normal setelah Idul Fitri,” jelasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut, Polda Papua Tengah akan menyiapkan 31 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah.
Pos tersebut terdiri dari:
13 Pos Pengamanan
10 Pos Pelayanan
8 Pos Terpadu
Selain itu, terdapat 129 lokasi pengamanan yang menjadi fokus perhatian aparat.
Lokasi tersebut meliputi tempat ibadah, pusat keramaian, bandara, pelabuhan, terminal, pusat perbelanjaan, serta jalur transportasi yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

Dalam pelaksanaan operasi ini, Polda Papua Tengah akan mengerahkan 720 personel Polri yang akan bersinergi bersama 325 personel dari instansi terkait dan stakeholder lainnya.
Kapolda berharap kolaborasi tersebut dapat memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
Ia juga memaparkan data gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada pelaksanaan Operasi Ketupat Noken sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2024 tercatat 37 kasus kriminal, sedangkan pada tahun 2025 tercatat 32 kasus kriminal.
Artinya, terjadi penurunan sebanyak 5 kasus atau sekitar 13,51 persen.
Namun untuk kasus kecelakaan lalu lintas, jumlahnya justru mengalami peningkatan.
Pada tahun 2024 tercatat 13 kejadian kecelakaan, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 21 kejadian.
Dengan demikian, terjadi kenaikan 8 kejadian atau sekitar 61,54 persen.
Kapolda menilai data tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh pihak agar meningkatkan langkah pencegahan serta pengamanan pada pelaksanaan Operasi Ketupat Noken tahun ini.
Selain pengamanan, Polri juga terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai inovasi pelayanan publik.
Salah satu layanan yang akan terus dioptimalkan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Noken 2026 adalah Call Center Polri 110.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat dengan mudah melaporkan berbagai kejadian darurat, gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, maupun meminta bantuan kepolisian secara cepat dan responsif.
Karena itu, Kapolda mengajak seluruh instansi terkait untuk bersama-sama menyosialisasikan layanan 110 kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Ia menambahkan, wilayah Papua Tengah memiliki karakteristik geografis dan kondisi sosial yang beragam.
Karena itu diperlukan langkah-langkah antisipatif, koordinasi yang kuat, serta sinergi solid antar seluruh pihak agar pelaksanaan pengamanan Idul Fitri dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini, Kapolda berharap seluruh pihak dapat menyatukan persepsi, merumuskan langkah strategis, serta memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan pelaksanaan Operasi Ketupat Noken 2026.
Dengan demikian masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, serta penuh kebahagiaan.
Di akhir sambutannya, Kapolda Papua Tengah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rapat koordinasi tersebut serta kepada seluruh stakeholder yang akan terlibat dalam pengamanan Idul Fitri tahun ini.








