Panitia Papua Reggae Festival XI Nabire Resmi Dibubarkan, Ema Kristina Apresiasi Kerja Keras Seluruh Tim

Refleksi dan pembubaran panitia Papua Reggae Festival XI di Pantai Wisata Budi, Sanoba, Nabire, diisi kebersamaan, hiburan, dan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan festival selama dua hari.

Pembubaran Panitia Papua Reggae Festival XI di Pantai Wisata Budi Nabire.
Kegiatan refleksi dan pembubaran Panitia Papua Reggae Festival XI yang berlangsung di Pantai Wisata Budi, Sanoba, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

NABIRE, InfoNabire.com – Panitia Papua Reggae Festival (PRF) XI menggelar kegiatan refleksi sekaligus pembubaran panitia di Pantai Wisata Budi, Sanoba, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (31/10/2026).

Papua Reggae Festival XI yang diselenggarakan oleh Komunitas Rasta Kribo serta didukung oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah tersebut sebelumnya berlangsung selama dua hari, yakni pada 16–17 Oktober 2026, di kawasan Bandara Lama Nabire, Papua Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Panitia PRF XI, Ema Kristina Dogomo, S.H., para koordinator dan anggota dari berbagai seksi, band, musisi, serta sejumlah simpatisan. Mereka turut hadir bersama keluarga untuk mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus mempererat kebersamaan setelah suksesnya penyelenggaraan festival.

Suasana kegiatan tampak semarak dengan hiasan bendera Merah, Kuning, dan Hijau yang menjadi identitas musik reggae. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh keakraban dan kebersamaan.

Diawali Doa dan Lagu Tanah Papua

Rangkaian kegiatan pembubaran panitia diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Tanah Papua.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia PRF XI, Ema Kristina Dogomo, S.H., serta sesi foto bersama para koordinator dan seluruh anggota panitia.

Dalam sambutannya, Ema menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kerja keras seluruh panitia yang telah menyukseskan Papua Reggae Festival XI selama dua hari pelaksanaan.

Menurutnya, menyelenggarakan sebuah kegiatan besar bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan waktu, tenaga, pemikiran, serta kerja sama dari seluruh pihak yang terlibat.

Ema Kristina: Keberhasilan PRF XI Merupakan Pencapaian Bersama

Ketua Panitia PRF XI, Ema Kristina Dogomo, S.H. (Foto: Achmad Yusran Jamal/IN)

Ema mengatakan, keberhasilan Papua Reggae Festival XI merupakan hasil kerja bersama seluruh panitia yang telah menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.

Ia menilai penyelenggaraan festival selama dua hari merupakan pencapaian luar biasa, terlebih seluruh agenda yang telah direncanakan sebelumnya dapat terlaksana dengan baik.

“Kita semua harus berbangga atas pencapaian kita, teman-teman. Event yang luar biasa ini bisa berlangsung selama dua hari dan terselenggara dengan aman serta sukses. Itu bukan hal yang mudah,” ujar Ema.

Ia juga menyampaikan bahwa berbagai rencana yang telah disepakati dalam pertemuan panitia sebelumnya dapat direalisasikan selama pelaksanaan festival.

Menurut Ema, antusiasme masyarakat dan kehadiran sejumlah tokoh serta pihak pemerintah menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Papua Reggae Festival XI.

Ia turut mengapresiasi kehadiran Gubernur Papua Tengah Meki F. Nawipa yang memberikan dukungan dan semangat dalam kegiatan tersebut. Bahkan, penampilan Gubernur yang membawakan lagu One Love menjadi salah satu momen yang mendapat perhatian dalam festival.

Bangga Anak Papua Mampu Menyelenggarakan Event Besar

Lebih lanjut, Ema menegaskan bahwa salah satu tujuan penyelenggaraan Papua Reggae Festival XI adalah membuktikan kemampuan anak-anak Papua dalam mengelola dan menyelenggarakan sebuah kegiatan berskala besar.

Ia mengaku bangga karena banyak panitia merupakan anak-anak Papua yang lahir dan besar di Nabire.

Menurutnya, keberhasilan PRF XI diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Papua agar semakin percaya diri dan mampu mengambil peran dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan besar di daerah.

“Kita mau buktikan bahwa kita anak-anak Papua juga bisa membuat event besar. Jadi, kalau ada kegiatan-kegiatan berikutnya, jangan ragu memberikan kesempatan kepada anak-anak Papua. Kita juga bisa,” ungkapnya.

Sampaikan Permohonan Maaf dan Terima Kasih kepada Panitia

Dalam kesempatan itu, Ema juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota panitia apabila selama proses persiapan hingga pelaksanaan festival terdapat kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan.

Ia mengaku telah berusaha memberikan yang terbaik sebagai ketua panitia demi menyukseskan kegiatan tersebut.

Ema secara khusus menyampaikan terima kasih atas seluruh kontribusi yang diberikan, mulai dari waktu, tenaga, pemikiran, hingga dukungan dari setiap koordinator dan anggota panitia.

Ia berharap kekompakan dan semangat kebersamaan yang telah terbangun selama persiapan dan pelaksanaan PRF XI dapat terus dipertahankan.

Menurutnya, pengalaman dalam menyelenggarakan festival tersebut menjadi bekal berharga bagi seluruh panitia apabila kembali dipercaya menangani kegiatan serupa pada masa mendatang.

Pembubaran Panitia Diisi Games dan Hiburan

Setelah rangkaian sambutan dan sesi foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan (games) dan hiburan yang melibatkan sejumlah anggota panitia.

Suasana penuh keakraban terlihat sepanjang kegiatan. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh panitia untuk berkumpul, bersantai, sekaligus mengenang proses kerja sama selama menyukseskan Papua Reggae Festival XI.

Sebagai informasi, Papua Reggae Festival XI telah diselenggarakan pada 16–17 Oktober 2026 di kawasan Bandara Lama Nabire, Papua Tengah.

Melalui kegiatan refleksi dan pembubaran panitia ini, seluruh rangkaian tugas kepanitiaan PRF XI secara resmi diakhiri. Meski demikian, semangat kebersamaan dan pengalaman yang telah dibangun diharapkan menjadi modal untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan positif berikutnya di Nabire.

Hingga berita ini diterbitkan, kegiatan refleksi dan pembubaran Panitia Papua Reggae Festival XI masih berlangsung. Sejumlah panitia, musisi, band, dan simpatisan tampak masih mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan permainan, hiburan, serta kebersamaan bersama keluarga di Pantai Wisata Budi, Sanoba, Nabire.

Exit mobile version