Pasca Kontak Tembak, Kamp KKB di Kali Nabarua Dikuasai Aparat Gabungan dan Sita 561 Butir Amunisi

NABIRE – Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, menyampaikan perkembangan terbaru upaya penegakan hukum terhadap target daftar pencarian orang (DPO) kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nabire.

Dalam press release yang digelar di halaman Mapolres Nabire, Senin (2/3/2026) pukul 17.00 WIT, aparat menjelaskan kronologi operasi hingga terjadinya kontak tembak di wilayah Kali Nabarua.

Kombes Pol. Gustav R. Urbinas menegaskan aparat gabungan terus memburu target DPO berinisial AK yang memimpin kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Sebagai informasi, sebelumnya kontak tembak terjadi di wilayah Kali Nabarua pada Minggu (1/3/2026).

Dasar Hukum Penindakan

Aparat melakukan penegakan hukum berdasarkan laporan polisi Polres Nabire, Polda Papua Tengah.

Para terduga pelaku yang kini dalam pengejaran disangkakan melanggar Pasal 458 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.

Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pembunuhan berencana atau pembunuhan yang disertai tindak pidana lain, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Baca juga:  Polisi di Nabire Diserang Saat Selidiki Tiga Napi Kabur

Pindah dari Kimi ke Nabarua

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan, kelompok yang dipimpin AK diketahui berpindah dari wilayah Kimi menuju Nabarua dan menempati sebuah camp di area Kali Nabarua.

Kelompok tersebut diduga menggelar pertemuan internal, menggalang dukungan logistik, serta merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Nabire.

Pemantauan personel gabungan menemukan adanya aktivitas sejumlah orang bersenjata, keberadaan senjata api laras panjang, serta bangunan yang diduga menjadi markas kelompok bersenjata.

Kontak Tembak Terjadi

Operasi ini melibatkan unsur Satgas Operasi Damai Cartenz dari Polri serta Satgas Rajawali Mambri dari TNI sebagai bentuk sinergitas menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.

Tim gabungan menyusun rencana operasi dan strategi penindakan sebelum bergerak menuju lokasi target melalui beberapa titik penyekatan.

Saat personel mendekati lokasi camp di Kali Nabarua, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata.

Aparat kemudian memperkuat personel di lapangan untuk mengendalikan situasi.
Setelah tindakan penegakan hukum dilakukan, tim gabungan berhasil menguasai lokasi camp dan mengamankan situasi. Sementara itu, kelompok bersenjata melarikan diri ke wilayah hutan dan saat ini masih dalam pengejaran aparat gabungan.

Baca juga:  Makan Bergizi Gratis SPPG Papua Tengah: Membangun Generasi Sehat dan Cerdas

561 Butir Amunisi Diamankan

Dalam operasi tersebut, personel berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.

Pasca Kontak Tembak, Kamp KKB di Kali Nabarua Dikuasai Aparat Gabungan dan Sita 561 Butir Amunisi

Barang bukti yang diamankan antara lain 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 buah magazine, 12 unit telepon genggam, 5 unit HT, uang tunai Rp 79,9 juta, bendera BK, perlengkapan lainnya, serta 3 buah tas.

Aparat menduga kuat camp tersebut digunakan sebagai lokasi aktivitas dan tempat persembunyian kelompok bersenjata.

Target Masih di Sekitar Nabire

Berdasarkan analisa lapangan, kelompok bersenjata yang menjadi target operasi diduga masih berada di sekitar wilayah Kabupaten Nabire.

Aparat gabungan terus melakukan pengejaran guna mencegah kelompok tersebut melakukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Wakapolda Papua Tengah menegaskan aparat keamanan tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta keselamatan masyarakat di wilayah Papua Tengah.

l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup