PWI Papua Tengah Umumkan Pemenang Lomba Karya Jurnalistik Straight News Tingkat SMA/SMK se-Nabire, Ini Ungkapan Para Juara

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pengurus Provinsi Papua Tengah menggelar pengumuman dan pemberian hadiah Lomba Karya Jurnalistik Menulis Berita Straight News tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Nabire, Sabtu (14/2), di RRI Nabire, Jalan Merdeka. (Foto: PWI Papua Tengah)

NABIRE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pengurus Provinsi Papua Tengah menggelar pengumuman dan pemberian hadiah Lomba Karya Jurnalistik Menulis Berita Straight News tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Nabire, Sabtu (14/2), di RRI Nabire, Jalan Merdeka.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan diikuti sejumlah pelajar dari berbagai sekolah di Nabire.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, berikut para pemenang Lomba Karya Jurnalistik Straight News HPN 2026:

Juara 1 diraih Royhan F. Faunas dengan nilai 89,5 melalui karya berjudul “Demi Efektivitas Distribusi MBG SMA N 1 Nabire Dialihkan ke SPPG Oyehe 002”.

Juara 2 diraih Kenia M. dengan nilai 85 lewat tulisan berjudul “Pengobatan Gizi Gratis Meningkatkan Kualitas Gizi dan Peningkatan Anak di Papua Tengah” dari SMKS Anak Panah Nabire.

Juara 3 diraih Darius Tekege dengan nilai 84 melalui karya “Belajar 5 Hari SMK N 2 Nabire dan Tahun Baru Menuju Prestasi Siswa”.

Sementara Juara 4 diraih Novia Ismawati dari SMA Negeri 2 Nabire dengan nilai 80 lewat karya berjudul “Penerapan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di SMA N 2 Nabire Tuai Pro dan Kontra dari Peserta Didik”.

Peraih Juara 1, Royhan F. Faunas, mengaku bangga karena ini merupakan lomba jurnalistik pertama yang ia ikuti.

Baca juga:  71 Personil dan 18 Kendaraan Bergerak ke Dogiyai, Ada Apa?

“Menurut saya ini wadah untuk berkembang dan mungkin awal untuk menjadi seorang jurnalis ke depannya, karena saya memang ingin masuk dunia jurnalistik setelah lulus,” katanya.

Ia mengaku menghadapi sejumlah kendala saat proses peliputan dan penulisan.

Waktu yang singkat serta padatnya kegiatan sekolah membuatnya harus membagi waktu dengan baik. Royhan bahkan sempat izin pulang lebih awal untuk mencari lokasi SPPG Oyehe 002 yang menjadi objek beritanya.

“Saya sempat putar-putar dan tersesat, tapi tetap jalan sampai akhirnya ketemu. Kendala lainnya saat pengiriman berita, jaringan bermasalah dan gagal kirim berkali-kali. Akhirnya saya kirim sangat malam hari,” jelasnya.

Royhan berharap PWI Papua Tengah terus menghadirkan wadah serupa agar generasi muda bisa berkembang menjadi jurnalis hebat di masa depan.

Hal senada disampaikan Juara 2, Kenia M. Ia bilang ini kali pertama dirinya mengikuti lomba jurnalistik.

“Sebelumnya saya belum pernah ikut, jadi saya tertarik karena bisa mencari tahu berita baru, mengelola informasi, lalu menyusunnya dengan baik untuk disampaikan ke masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman ini membuka wawasan tentang proses mencari dan menyusun berita sebelum dipublikasikan. Ia berharap PWI Papua Tengah terus memajukan lomba ini agar semakin banyak pelajar yang ikut berpartisipasi.

Baca juga:  Gubernur Papua Tengah Buka Musprov Ke-1 KADIN, Dorong Transformasi Ekonomi Daerah

Sementara Juara 3, Darius Tekege, mengaku senang atas capaian yang diraih.

“Senang sih bisa juara tiga. Ini jadi motivasi untuk ikut lagi dan bisa lebih baik ke depan,” katanya singkat.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus digelar agar semakin bermanfaat bagi pelajar lain di Papua Tengah.

Sedangkan Novia Ismawati yang meraih Juara 4 mengaku awalnya hanya iseng mengikuti lomba tersebut.

“Awalnya saya hanya ikut-ikut saja, tidak menyangka bisa juara,” ujarnya.

Novia berharap ajang jurnalistik seperti ini semakin dikenal luas dan bisa membantu pelajar dalam berkarya. Ia juga mengungkapkan sempat mengalami kendala teknis saat pengiriman.

“Waktu itu saya pernah salah kirim email kosong,” tuturnya.

Melalui lomba ini, PWI Papua Tengah ingin menumbuhkan minat jurnalistik di kalangan pelajar serta melahirkan generasi muda yang mampu menyajikan informasi secara akurat dan berimbang.

Momentum HPN 2026 di Nabire pun tidak hanya menjadi perayaan insan pers, tetapi juga ruang pembinaan bagi calon-calon jurnalis masa depan di Papua Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup