Tahanan Kabur di Nabire, Kalapas Ungkap Rencana Pelarian Dua Warga Binaan

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Nabire, Dodi Wijaya, memberikan keterangan resmi terkait insiden upaya pelarian tahanan yang terjadi pada Minggu, (07/12/2025) sekitar pukul 11.20 WIT. (Foto: Istimewa/IN)

NABIRE – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Nabire, Dodi Wijaya, memberikan keterangan resmi terkait insiden upaya pelarian tahanan yang terjadi pada Minggu, (07/12/2025) sekitar pukul 11.20 WIT. Dalam peristiwa tersebut, satu tahanan berinisial NT berhasil melarikan diri, sementara satu tahanan lainnya berhasil digagalkan petugas sebelum sempat memanjat dinding lapas.

Tahanan NT diketahui menjalani proses hukum karena kasus tindak pidana kekerasan asusila di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. NT kini telah ditetapkan sebagai DPO dan menjadi prioritas pencarian aparat.

Kalapas menjelaskan bahwa sejumlah perbaikan sistem keamanan telah dilakukan atas arahan pusat, di antaranya penggantian kawat berduri menjadi kawat razor (silet) agar perimeter lebih aman, serta pembangunan tembok antarbangunan yang sebelumnya belum tersedia sehingga warga binaan dapat langsung menuju area plat besi. Pekerjaan pembangunan tersebut kini berjalan dan menjadi bagian dari penguatan sistem pengamanan.

Menurut Kalapas, dua tahanan diduga merencanakan pelarian tersebut. Namun aksi mereka berhasil termonitor oleh petugas melalui sistem pemantauan internal.

“Rencana pelarian dua orang. Satu turun kembali setelah termonitor, dan satu lagi—berinisial NT—berhasil memanjat menggunakan selimut,” ujarnya.

Selimut diduga digunakan sebagai alat bantu untuk naik ke tembok pembatas. Petugas segera merespons setelah menerima laporan dari HT (handy talky). Pengejaran dilakukan hingga ke area perkampungan warga, namun NT berhasil meloloskan diri setelah memasuki wilayah padat penduduk.

Lapas Nabire telah berkoordinasi dengan Polres Nabire, Satuan Brimob, serta aparat keamanan lainnya untuk mengejar NT. Laporan resmi juga telah disampaikan kepada Kanwil Kemenkumham Papua Tengah dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Dalam penjelasannya, Kalapas turut menyampaikan kondisi regu jaga saat insiden terjadi.

“Kami memiliki empat regu. Tiga regu berisi empat orang, dan satu regu hanya tiga orang. Hari ini yang bertugas tiga orang karena satu petugas cuti mendadak,” ungkapnya.

Kalapas kemudian mengimbau masyarakat agar membantu memberikan informasi apabila melihat keberadaan NT.

“Jika masyarakat melihat atau mengetahui keberadaan tahanan tersebut, kami mohon segera menghubungi Lapas, Polres Nabire, atau aparat penegak hukum lainnya. Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan.”

Pembangunan dan peningkatan fasilitas pengamanan akan terus dilanjutkan secara bertahap, termasuk rencana penambahan tembok tambahan tahun depan apabila disetujui oleh pusat.

“Ini komitmen kami untuk memastikan pengamanan yang lebih baik dan mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup