Site icon infoNabire.com

Tahun 2025 di Papua Tengah: Kecelakaan Naik, Korban Meninggal Turun, Kasus Hukum Meningkat

Tahun 2025 di Papua Tengah: Kecelakaan Naik, Korban Meninggal Turun, Kasus Hukum Meningkat

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, memimpin kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 bertema “Komunikasi untuk Kenyamanan” di Mapolda Papua Tengah, Jalan Pepera, Nabire, Selasa (30/12/2025) pagi. (Foto: Yusran/IN)

NABIRE – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, memimpin kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 bertema “Komunikasi untuk Kenyamanan” di Mapolda Papua Tengah, Jalan Pepera, Nabire, Selasa (30/12/2025) pagi.

Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Muhajir, Irwasda Kombes Pol. Gatot Suprasetya, pejabat utama Polda, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, Wakapolres Kompol Dr. Pieter Kendek, Kasat Pol-PP Papua Tengah, serta awak media cetak dan online.

Dalam pemaparannya, Kapolda Alfred menyampaikan evaluasi aspek operasional Kamseltibcarlantas. Data menunjukkan bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat, namun korban meninggal dunia menurun, menandakan peningkatan kesadaran berkendara masyarakat.

Statistik Lalu Lintas 2025:

Penegakan hukum lalu lintas juga menunjukkan tren positif. Total pelanggaran turun dari 3.376 kasus pada 2024 menjadi 3.110 kasus pada 2025, meliputi:

Kapolda Alfred juga memaparkan data penegakan hukum kriminal. Tindak pidana konvensional meningkat dari 770 kasus pada 2024 menjadi 819 kasus pada 2025. Kasus Curanmor menjadi kasus paling menonjol dengan 476 kasus, meski turun 8 kasus dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, kasus Curat meningkat signifikan dari 64 kasus menjadi 100 kasus.

Untuk tindak pidana transnasional, kasus narkoba naik dari 54 kasus pada 2024 menjadi 68 kasus pada 2025. Kasus cyber dan perbankan mulai muncul pada 2025, menandakan tantangan baru di era digital.

Data Kontijensi dan Kasus Khusus:

Kegiatan refleksi ini menjadi momen penting bagi Polda Papua Tengah untuk menilai kinerja sepanjang 2025 dan merancang strategi penegakan hukum serta komunikasi yang lebih efektif di 2026. Kapolda Alfred menekankan pentingnya “Komunikasi untuk Kenyamanan” sebagai dasar membangun situasi aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat.

Exit mobile version