Waduh, Gambar Bertuliskan “Kami Warga Kalibobo Punya Nyawa Terancam” Ramai Diunggah, Ada Apa?

Waduh, Gambar Bertuliskan "Kami Warga Kalibobo Punya Nyawa Terancam" Ramai Diunggah, Ada Apa?
Foto: Tangkapan layar. (Dok. ISTIMEWA)

NABIRE – Warga Kelurahan Kalibobo, Nabire, Papua Tengah, terutama yang tinggal di sepanjang Jalan CH. Martatiahahu, mendadak kompak mengunggah gambar di status WhatsApp dan media sosial, Jumat (8/8/2025).

Berdasarkan pantauan infoNabire.com, gambar yang diunggah itu memuat pesan:
“Kami Warga Kalibobo Punya Nyawa Terancam Kalau Putar Jauh di Kantor DPR Tolong Buatkan Kami Jembatan Darurat”

Aksi ini menjadi bentuk protes sekaligus permintaan solusi kepada dinas terkait menyusul pengumuman penutupan dua jembatan penting di Nabire.

Sebelumnya, baliho resmi sudah terpasang, berisi pemberitahuan penutupan Jembatan Kali Nabire (Kalibobo) dan Jembatan Wadio Pantai di ruas Jalan CH. Martatiahahu mulai 11 Agustus hingga 31 Agustus 2025. Penutupan dilakukan untuk rehabilitasi jembatan, dengan imbauan agar masyarakat menggunakan jalur alternatif.

Salah satu jalur alternatif adalah Jalan Mandala yang melewati kawasan Kantor DPRD Kabupaten Nabire. Namun, warga mengaku merasa tidak aman jika harus melintasi jalur tersebut. Menurut mereka, kawasan itu rawan tindakan kriminal.

“Kalau lewat situ, kami takut. Sering ada kejadian kejahatan,” ujar salah satu warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Kepala Satker PJN Wilayah Nabire, Eko Widirianto, S.T., M.Sc, bilang penutupan jembatan dilakukan demi keselamatan pengguna jalan. Kondisi jembatan saat ini sudah berlubang parah dan tidak layak dilewati kendaraan berat.

“Kalau dibiarkan tetap dibuka, risikonya tinggi. Maka kami tutup sementara agar pekerjaan bisa maksimal dan hasilnya aman untuk jangka panjang. Kami paham ada keluhan masyarakat, terutama soal akses. Kami minta dukungan semua pihak,” kata Eko seperti dikutip dari Nabire.Net, Jumat (8/8/2025) siang.

Eko menjelaskan, untuk Jembatan Wadio akan dibangun jembatan darurat khusus kendaraan roda dua. Sementara untuk Jembatan Kali Nabire, masyarakat diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Kantor DPRK Nabire.

Meski begitu, warga Kalibobo tetap berharap pemerintah dapat menyediakan jembatan darurat di wilayah mereka agar tidak perlu melintasi jalur yang dianggap berisiko.

Tim InfoNabire adalah tim redaksi resmi InfoNabire.com, media online yang berdiri sejak 28 Desember 2016 di bawah naungan CV Cahaya Media Nabire. Media ini hadir sebagai sumber informasi lokal yang berkomitmen menyajikan berita aktual, akurat, dan terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah. Dalam menjalankan aktivitas jurnalistik, InfoNabire terdaftar dengan nomor 27430-PWI/Wda/DP/IV/2024/15/02/98 dan berpegang pada prinsip profesionalitas, independensi, serta tanggung jawab publik. Setiap informasi yang diterbitkan melalui proses verifikasi dan penyuntingan redaksi untuk memastikan akurasi serta keberimbangan pemberitaan. Tim InfoNabire meliput berbagai isu strategis meliputi pemerintahan daerah, kebijakan publik, hukum dan kriminal, pendidikan, kesehatan, ekonomi, pembangunan, hingga dinamika sosial masyarakat di Papua Tengah. Cakupan liputan berfokus pada Nabire dan wilayah sekitarnya dengan orientasi pelayanan informasi kepada publik. Sebagai media lokal yang berkembang, InfoNabire membuka ruang klarifikasi, hak jawab, dan koreksi sesuai dengan ketentuan jurnalistik yang berlaku. Informasi resmi dan komunikasi redaksi dapat disampaikan melalui email: infonabirepapua@gmail.com serta kanal media sosial resmi InfoNabire.

Related Post

Pos Terkait

Exit mobile version