Wujudkan Hunian Layak, Pemerintah Pusat Renovasi Rumah Kepala Suku Besar Meepago di Nabire

Pemerintah Pusat terus menunjukkan komitmen membangun Tanah Papua dengan menghadirkan program hunian layak bagi tokoh adat. Pada Sabtu (20/12/2025), Pemerintah Pusat merampungkan renovasi rumah milik Kepala Suku Besar Meepago, Melkias Keiya, yang berada di Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire. (Foto: Istimewa/IN)

NABIRE – Pemerintah Pusat terus menunjukkan komitmen membangun Tanah Papua dengan menghadirkan program hunian layak bagi tokoh adat. Pada Sabtu (20/12/2025), Pemerintah Pusat merampungkan renovasi rumah milik Kepala Suku Besar Meepago, Melkias Keiya, yang berada di Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.

Program renovasi ini menyasar peningkatan kualitas hunian secara menyeluruh. Pemerintah memasang pintu dan jendela baru, memperbaiki plafon, serta melengkapi instalasi listrik dan lampu. Sebelumnya, pemerintah juga telah membangun dapur serta MCK yang layak guna menunjang kenyamanan dan kesehatan keluarga.

Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menghadirkan hunian yang layak, tetapi juga menunjukkan penghormatan negara terhadap peran strategis tokoh adat. Kepala Suku memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta mengawal pelaksanaan program pemerintah di Provinsi Papua Tengah demi kesejahteraan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua.

Wujudkan Hunian Layak, Pemerintah Pusat Renovasi Rumah Kepala Suku Besar Meepago di Nabire

Kepala Suku Besar Meepago, Melkias Keiya, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Pusat. Ia menilai bantuan renovasi tersebut sebagai bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat Papua.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang tulus kepada Presiden Bapak Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka. Bantuan renovasi ini memberikan perubahan signifikan bagi kediaman keluarga kami,” ujar Melkias.

Menurut Melkias, bantuan hunian layak memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Meepago. Ia menegaskan bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan fondasi utama bagi kesehatan, martabat, dan rasa aman sebuah keluarga.
“Bantuan ini sangat berarti bagi martabat hidup kami. Ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan upaya nyata negara dalam mengangkat derajat masyarakat. Rumah yang layak huni adalah kunci kesejahteraan,” tambahnya.

Sebagai tokoh masyarakat, Melkias Keiya berharap pemerintah terus melanjutkan dan memperluas program rumah layak huni hingga menjangkau wilayah pelosok Papua lainnya. Ia menilai langkah tersebut penting untuk mewujudkan keadilan sosial dan pemerataan pembanMenutu

Menutup pernyataannya, Melkias mendoakan agar kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden senantiasa diberkati dalam membawa perubahan positif bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat di Papua Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup