Yoakim Mujizau: Pilot, Tenaga Kesehatan, Guru dan Warga Sipil Lainnya Bukan Sasaran Konflik

Yoakim Mujizau: Pilot, Tenaga Kesehatan, Guru dan Warga Sipil Lainnya Bukan Sasaran Konflik

PAPUA – Ketua Tim Mediasi Penanganan Konflik Bersenjata di Wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Yoakim Mujizau, menegaskan konflik bersenjata tidak boleh melibatkan warga sipil menyusul penembakan pilot dan co-pilot pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Ia mengecam keras aksi tersebut dan menyebut tindakan itu tidak manusiawi. Menurutnya, pilot, tenaga kesehatan, guru serta warga sipil lainnya tidak boleh menjadi sasaran dalam situasi apa pun.

Penembakan tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo dari Batalyon Kabibal di bawah Panglima Brigjen Elkius Kobak serta Komandan Operasi Kopitua Heluka.

Yoakim menegaskan bahwa jika terjadi perang, maka harus melibatkan kombatan, bukan masyarakat sipil.

“Kalau mau berperang, silakan berperang tapi dengan kombatan, karena masing-masing mempertahankan harga diri, Papua merdeka harga mati, NKRI harga mati. Karena masing-masing mempertahankan harga diri, ya silakan berperang kombatan dan kombatan jangan melibatkan dan jangan meneror, menembaki pilot, tenaga kesehatan, tenaga guru, dan warga sipil lainnya.”

Ia meminta semua pihak tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap perjuangan.

“Semua TPNPB-OPM yang melakukan perlawanan, yang melakukan gerakan-gerakan di daerah gunung harus menjaga perikemanusiaan. Ya, kemanusiaan itu di atas segala-galanya. Karena mereka juga berjuang mempertahankan diri, mereka mengatakan mereka mau merdeka dan lain-lain, itu semua karena demi kemanusiaan. Karena tidak mau manusia lain menindas manusia lain,” tegas Yoakim.

“Jangan mengesampingkan kemanusiaan. Rakyat sipil, terutama pilot-pilot yang berani masuk ke wilayah terpencil demi menjamin kelangsungan hidup masyarakat, harus dilindungi,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Yoakim menyampaikan belasungkawa.

“Yoakim juga mengucapakan turut berduka cinta yang atas meninggalnya pilot dan co-pilot yang di tembak bandara bovendigul dan semoga keluarga yang di tinggalkan diberikan kebatahan, ujar Yoakim”.(Red)

Tim InfoNabire adalah tim redaksi resmi InfoNabire.com, media online yang berdiri sejak 28 Desember 2016 di bawah naungan CV Cahaya Media Nabire. Media ini hadir sebagai sumber informasi lokal yang berkomitmen menyajikan berita aktual, akurat, dan terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah. Dalam menjalankan aktivitas jurnalistik, InfoNabire terdaftar dengan nomor 27430-PWI/Wda/DP/IV/2024/15/02/98 dan berpegang pada prinsip profesionalitas, independensi, serta tanggung jawab publik. Setiap informasi yang diterbitkan melalui proses verifikasi dan penyuntingan redaksi untuk memastikan akurasi serta keberimbangan pemberitaan. Tim InfoNabire meliput berbagai isu strategis meliputi pemerintahan daerah, kebijakan publik, hukum dan kriminal, pendidikan, kesehatan, ekonomi, pembangunan, hingga dinamika sosial masyarakat di Papua Tengah. Cakupan liputan berfokus pada Nabire dan wilayah sekitarnya dengan orientasi pelayanan informasi kepada publik. Sebagai media lokal yang berkembang, InfoNabire membuka ruang klarifikasi, hak jawab, dan koreksi sesuai dengan ketentuan jurnalistik yang berlaku. Informasi resmi dan komunikasi redaksi dapat disampaikan melalui email: infonabirepapua@gmail.com serta kanal media sosial resmi InfoNabire.

Related Post

Pos Terkait

Exit mobile version