Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

Kesbangpol Papua Tengah Klarifikasi Tuduhan Penaklukan Masyarakat Adat

Kesbangpol Papua Tengah Klarifikasi Tuduhan Penaklukan Masyarakat Adat
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah, Albertus Adii. (Foto: Istimewa/IN)
Example 468x60
A-AA+A++

NABIRE – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah, Albertus Adii, memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan bahwa Kesbangpol Papua Tengah melakukan penaklukan terhadap masyarakat adat melalui fasilitasi Musyawarah Besar (Mubes) suku-suku asli.

Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang dinilai keliru, tidak berdasar secara hukum, serta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, Minggu, (14/12/2025).

Example 300x600

Albertus Adii menegaskan, Kesbangpol Papua Tengah bekerja berdasarkan kewenangan atributif yang diberikan langsung oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam regulasi tersebut, Kesbangpol memiliki mandat menjaga ketenteraman masyarakat, stabilitas politik, ketahanan sosial, serta mencegah potensi konflik.

“Kewenangan ini bukan hasil kebijakan lokal, bukan pula agenda politik tertentu, melainkan amanat undang-undang yang wajib dijalankan,” tegas Albertus Adii.

Ia menjelaskan, fasilitasi yang dilakukan Kesbangpol terhadap Mubes adat bersifat administratif dan tidak menyentuh struktur, kewenangan, maupun keputusan adat. Menurutnya, fasilitasi hanya bertujuan memastikan forum berjalan aman, tertib, dan kondusif.

“Fasilitasi bukan intervensi. Pemerintah tidak mengatur isi musyawarah adat. Tuduhan penaklukan muncul akibat kesalahan memahami fungsi administratif pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Albertus Adii menekankan bahwa Kesbangpol tidak memiliki kewenangan koersif atau coercive power, seperti penangkapan, penahanan, maupun pemaksaan kehendak. Dengan demikian, tuduhan bahwa Kesbangpol menaklukkan atau mengendalikan masyarakat adat tidak dapat dibenarkan secara yuridis.

“Kesbangpol tidak memiliki dasar hukum untuk membentuk kepala suku, mengatur legitimasi adat, atau mengarahkan keputusan adat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran Kesbangpol dalam fasilitasi Mubes justru bersifat preventif, yakni untuk mencegah konflik antarkelompok, menjaga stabilitas sosial, serta memastikan forum adat tidak disusupi kepentingan yang berpotensi menimbulkan instabilitas.

“Negara wajib hadir menjaga ketertiban umum. Kehadiran itu tidak dapat diartikan sebagai intervensi terhadap adat,” ujarnya.

Albertus Adii juga memastikan tidak ada regulasi apa pun yang memberi kewenangan kepada Kesbangpol untuk mengatur, mengendalikan, atau menaklukkan masyarakat adat. Ia menilai tuduhan tersebut sebagai distorsi informasi yang dapat menyesatkan publik.

Dengan demikian, Kesbangpol Papua Tengah menegaskan tidak pernah menaklukkan masyarakat adat, tidak memiliki kewenangan untuk itu, serta hanya menjalankan mandat undang-undang demi menjaga keamanan, ketertiban, dan ruang musyawarah yang damai.

Kesbangpol Papua Tengah, kata Albertus Adii, tetap berkomitmen menghormati masyarakat adat, menjaga keamanan sosial, serta memastikan setiap forum adat berlangsung secara damai, bermartabat, dan bebas dari provokasi.

“Negara hadir bukan untuk mengambil alih adat, tetapi mendukung agar adat berjalan aman bagi seluruh masyarakat,” pungkas Albertus.

Example 300250
Example 120x600
Tim InfoNabire adalah tim redaksi resmi InfoNabire.com, media online yang berdiri sejak 28 Desember 2016 di bawah naungan CV Cahaya Media Nabire. Media ini hadir sebagai sumber informasi lokal yang berkomitmen menyajikan berita aktual, akurat, dan terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah. Dalam menjalankan aktivitas jurnalistik, InfoNabire terdaftar dengan nomor 27430-PWI/Wda/DP/IV/2024/15/02/98 dan berpegang pada prinsip profesionalitas, independensi, serta tanggung jawab publik. Setiap informasi yang diterbitkan melalui proses verifikasi dan penyuntingan redaksi untuk memastikan akurasi serta keberimbangan pemberitaan. Tim InfoNabire meliput berbagai isu strategis meliputi pemerintahan daerah, kebijakan publik, hukum dan kriminal, pendidikan, kesehatan, ekonomi, pembangunan, hingga dinamika sosial masyarakat di Papua Tengah. Cakupan liputan berfokus pada Nabire dan wilayah sekitarnya dengan orientasi pelayanan informasi kepada publik. Sebagai media lokal yang berkembang, InfoNabire membuka ruang klarifikasi, hak jawab, dan koreksi sesuai dengan ketentuan jurnalistik yang berlaku. Informasi resmi dan komunikasi redaksi dapat disampaikan melalui email: infonabirepapua@gmail.com serta kanal media sosial resmi InfoNabire.

Related Post

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Example 728x250