Warga Jalan Siriwo Nabire Geger, Penghuni Kos Ditemukan Tak Bernyawa

Warga Jalan Siriwo, KPR Nabarua, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang penghuni kos dalam kondisi tak bernyawa pada Jumat (13/2) sekitar pukul 10.00 WIT. (Dok. Polsek Nabire Kota)

NABIRE | infoNabire.com – Warga Jalan Siriwo, KPR Nabarua, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang pria penghuni kos dalam kondisi tak bernyawa pada Jumat (13/2) sekitar pukul 10.00 WIT.

Kapolsek Nabire Kota, AKP Boby Pratama, S.Tr.K, bilang pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya aroma tidak sedap dari salah satu kamar kos. Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota piket bersama perwira pengawas langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).

“Sekitar pukul 10 pagi kami menerima laporan dari masyarakat. Anggota piket bersama pawas langsung ke TKP dan saya pimpin langsung kegiatan tersebut,” kata AKP Boby usai olah TKP.

Korban Tinggal Sendiri

Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan korban berinisial AB (53), seorang pria yang bekerja sebagai tukang asal Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar kos. Korban diketahui beralamat di Jalan Gagak, Kelurahan Sirwini, Distrik Nabire.

Kapolsek menjelaskan, dari lima petak kamar kos yang ada di lokasi, hanya satu kamar yang terisi dan ditempati korban. Selama ini korban tinggal seorang diri.

Baca juga:  Kepala Dinas DP2KP Papua Tengah Jadi Korban Pemukulan di Kantor

“Korban tinggal sendiri. Di lokasi ada lima petak, namun hanya satu yang terisi,” jelasnya.Saat ditemukan, posisi terakhir korban berada di area antara kamar dan dapur.

Sempat Mengeluh Sakit

Polisi telah meminta keterangan dari tiga saksi, termasuk pemilik kos yang juga merupakan rekan korban. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat mengeluh sakit beberapa hari sebelum ditemukan meninggal dunia.

Seorang saksi, Ibu M, mengaku terakhir bertemu korban pada Selasa lalu. Saat itu korban mengaku sedang sakit dan terlihat lebih kurus. Saksi bahkan sempat mengajak korban berobat ke klinik, namun klinik dalam keadaan tutup sehingga mereka kembali ke kos.

Keesokan harinya, saksi kembali mendatangi kamar korban untuk mengajaknya berobat, namun tidak mendapat respons meski sudah menggedor pintu. Pada Kamis, saksi kembali mengecek, tetapi mengira korban sedang pergi ke rumah keluarga di Kalibobo sehingga tidak menaruh curiga.

“Baru tadi pagi pemilik kos mencium aroma kurang sedap dari dalam kamar, lalu melaporkan ke Polsek Nabire Kota,” ujarnya.

Baca juga:  Warga Siriwini apresiasi DPRK Nabire, desak Pemprov perbaiki jembatan

Polisi Tunggu Hasil Visum

Dalam olah TKP yang turut melibatkan tim INAFIS dan dipimpin Kasat Reskrim Polres Nabire, polisi menemukan barang-barang pribadi korban seperti KTP dan ATM masih berada di lokasi.

Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Nabire. Polisi masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Untuk penyebab kematian, kami masih menunggu hasil visum dari tim medis. Kasus sudah kami serahkan ke Reskrim Polres Nabire,” tegas AKP Boby.

Imbauan untuk Perantau

Kapolsek Nabire Kota juga mengimbau masyarakat, khususnya para perantau yang tinggal sendiri, agar tidak ragu menyampaikan kondisi kesehatannya kepada tetangga atau kerabat terdekat.

“Kalau merasa sakit atau ada keluhan, sebaiknya disampaikan kepada tetangga, kerabat, atau bisa juga ke pihak kepolisian. Supaya bisa segera mendapat pertolongan,” imbaunya.

Hingga kini, pihak keluarga korban disebut telah menerima informasi terkait peristiwa tersebut. Polisi masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup