Kisah Robi Magai, Tinggalkan Pekerjaan di Freeport Demi Mengajar Anak PAUD di Pedalaman Dogiyai
NABIRE, InfoNabire.com – Di tengah keterbatasan pendidikan di wilayah pedalaman Papua, sosok Robi Magai memilih jalan pengabdian yang tidak mudah. Ia rela meninggalkan pekerjaannya di PT Freeport Indonesia demi melanjutkan pendidikan anak-anak usia dini di TK PAUD Santa Maria Tak Bernoda Abaimaida, Kampung Abaimaida, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.
Robi Magai kini mengemban tugas sebagai Kepala Sekolah TK PAUD Santa Maria Tak Bernoda Abaimaida. Meski belum berstatus CPNS maupun PNS, ia tetap mengajar dengan penuh semangat dan ketulusan hati untuk membentuk generasi muda Papua yang cerdas, berbudaya, dan penuh damai.
Sebelum terjun ke dunia pendidikan, Robi diketahui bekerja sebagai karyawan PT Freeport Indonesia selama enam tahun, yakni sejak 2017 hingga 2023. Namun, jalan hidup membawanya pada keputusan besar yang mengubah arah pengabdiannya.Robi bilang, keputusan kembali ke kampung halaman bukan tanpa alasan. Ia merasa terpanggil melanjutkan perjuangan pendidikan yang sebelumnya dirintis sang ayah.
“Ayah saya dulu kepala sekolah TK PAUD. Setelah ayah meninggal dunia, tidak ada guru honorer atau tenaga pengajar untuk mengajar anak-anak TK,” bilang Robi Magai.
Melihat kondisi itu, Robi mengaku merasa prihatin terhadap masa depan pendidikan anak-anak di kampungnya. Ia tidak tega melihat sekolah berhenti berjalan hanya karena kekurangan tenaga pengajar.

Karena rasa tanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak di Kampung Abaimaida, Robi akhirnya memilih meninggalkan pekerjaannya di Freeport pada 2023 dan pulang kampung untuk melanjutkan proses belajar mengajar di sekolah yang sebelumnya dipimpin ayahnya.
“Saya rasa sayang untuk masa depan anak-anak, sehingga saya tinggalkan pekerjaan di Freeport dan pulang untuk melanjutkan aktivitas belajar mengajar di TK,” ujarnya.

Sejak 2023 hingga sekarang tahun 2026, Robi aktif mengajar di TK PAUD Santa Maria Tak Bernoda Abaimaida sekaligus menjalankan tugas sebagai kepala sekolah. Meski belum memiliki status ASN, ia tetap konsisten mendidik anak-anak usia dini dengan penuh dedikasi.
Bagi Robi, pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi Papua sejak awal. Karena itu, ia tidak hanya mengajarkan kemampuan dasar, tetapi juga membentuk karakter anak.
Menurutnya, anak-anak perlu dibiasakan memiliki disiplin, sopan santun, sikap berbagi, serta menghormati orang tua maupun sesama sejak usia dini agar tumbuh menjadi pribadi yang baik di masa depan.
“Karakter anak perlu diajarkan disiplin, sopan santun, berbagi, dan menghormati orang tua maupun sesama dan semua orang,” katanya.
Robi berharap anak-anak usia dini di Kampung Abaimaida dapat tumbuh menjadi generasi Papua yang cerdas, berbudaya, dan penuh damai demi membangun masa depan Papua dan Indonesia yang lebih baik.
Semangat pengabdian Robi menjadi bukti bahwa pendidikan di Papua masih berdiri karena ketulusan orang-orang yang bekerja dengan hati. Keputusannya meninggalkan pekerjaan mapan demi kembali mengajar di kampung juga menjadi pengingat bahwa pendidikan anak usia dini membutuhkan perhatian serius, terutama di daerah pedalaman.


















