Klarifikasi Disinformasi Karhutla di Paniai Barat, Polisi Pastikan Kampung Obano Aman

Informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kampung Obano, Distrik Paniai Barat, yang beredar di media sosial dipastikan tidak benar atau hoaks.

PANIAI, InfoNabire.com – Informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kampung Obano, Distrik Paniai Barat, yang beredar di media sosial dipastikan tidak benar atau hoaks.

Berdasarkan laporan kepolisian yang diterima media ini pada Senin (24/8/2026) siang, sekitar pukul 11.00 WIT, petugas telah melakukan pengumpulan informasi dan pemeriksaan lapangan terkait isu Karhutla yang ramai beredar di media sosial.

Hasil pemeriksaan memastikan kondisi Kampung Obano dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ditemukan kejadian Karhutla sebagaimana yang digambarkan dalam sejumlah unggahan di media sosial.

Dalam informasi yang beredar, sejumlah lokasi disebut mengalami Karhutla, di antaranya Kampung Enarotali dan Madi di Distrik Paniai Timur, Kampung Pugo di Distrik Pugodagi, Kampung Epouto di Distrik Yatamo, serta Kampung Obano di Distrik Paniai Barat.

Namun, khusus informasi yang mengaitkan peristiwa kebakaran dengan Kampung Obano, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara visual yang beredar dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Visual dalam unggahan viral tersebut menampilkan unit mobil pemadam kebakaran dan sebuah bangunan kantor distrik dengan atap seng berwarna biru. Kepolisian memastikan gambaran tersebut tidak sesuai dengan kondisi nyata di Kampung Obano.

Baca juga:  Remaja Nabire Tewas Tenggelam Saat Main Banana Boat

Kampung Obano diketahui tidak memiliki unit armada pemadam kebakaran seperti yang terlihat dalam konten tersebut. Selain itu, bangunan Kantor Distrik Paniai Barat yang disebut dalam unggahan tersebut sebenarnya telah lama musnah terbakar dan hingga kini belum terdapat bangunan pengganti seperti yang ditampilkan dalam visual viral.

Berdasarkan temuan tersebut, kepolisian menyebut visual yang digunakan dalam unggahan tersebut mengarah pada disinformasi visual atau konten hasil generate AI.

Pembakaran Lahan Merupakan Praktik Tradisional

Laporan kepolisian juga menjelaskan bahwa masyarakat setempat memiliki kebiasaan membakar lahan dalam skala kecil untuk membersihkan area yang akan digunakan sebagai lahan perkebunan baru.

Praktik tersebut merupakan kebiasaan yang telah dilakukan secara turun-temurun oleh sebagian masyarakat Orang Asli Papua (OAP) dan berkaitan dengan kearifan serta kepercayaan lokal.

Masyarakat setempat memiliki keyakinan bahwa pembakaran semak atau rumput dalam kondisi tertentu dapat memicu datangnya hujan.

Meski demikian, kondisi kemarau panjang yang saat ini melanda Kabupaten Paniai perlu mendapat perhatian serius. Fenomena iklim seperti El Nino turut berpengaruh terhadap kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Baca juga:  Wakil Ketua II DPRK Nabire Jhonny Nehemia Pakage Reses di Morgo, Serap Aspirasi Warga

Kepolisian memastikan saat ini tidak terdapat aktivitas pembakaran lahan yang berlangsung di lokasi yang dikaitkan dengan unggahan viral tersebut.

Perlu Mitigasi Karhutla dan Bantuan Air Bersih

Kondisi kemarau yang berkepanjangan juga dinilai perlu diantisipasi melalui koordinasi antara aparat keamanan dan Pemerintah Kabupaten Paniai.

Upaya tersebut tidak hanya diperlukan untuk mencegah potensi Karhutla, tetapi juga untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang belum terverifikasi.

Dua langkah yang dinilai mendesak yakni menyusun mitigasi pencegahan Karhutla secara edukatif dengan mempertimbangkan kearifan lokal serta mempercepat distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan informasi mengenai kebakaran yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya melalui sumber resmi.

Dengan klarifikasi ini, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi visual yang dapat menimbulkan keresahan di tengah kondisi kemarau panjang yang sedang berlangsung di Kabupaten Paniai.

l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup