Anggota DPRK Nabire Priskila Dina Misiro Jenguk Korban Pertikaian Antar Warga di Kimi

Anggota DPRK Nabire, Priskila Dina Misiro, S.PI. (Foto: Yusran/IN)

NABIRE – Anggota DPRK Nabire, Priskila Dina Misiro, S.PI, turun langsung menjenguk korban pertikaian antar warga yang terjadi di Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Jumat (2/1/2026) sore.

Dalam kunjungan tersebut, Priskila Dina Misiro didampingi suami menjenguk seluruh korban pertikaian antar warga serta memberikan dukungan moril dan bantuan material kepada masing-masing keluarga korban. Ketiga korban yang dijenguk yakni Albertus Marahole, Manuel Mandabayan, dan Martinus Lenggo, yang seluruhnya merupakan warga Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi.

Pertikaian antar warga tersebut terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIT bermula dari salah paham. Insiden ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka serius dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Nabire.

Berdasarkan informasi yang diterima infonabire.com di lapangan, Albertus Marahole mengalami luka berat berupa putusnya telapak tangan kiri akibat sabetan parang yang sempat ditangkis karena mengarah ke bagian kepala. Selain itu, korban juga mengalami luka di bagian kepala.

Korban lainnya, Manuel Mandabayan, Bendahara Kampung Kimi, mengalami luka di kepala akibat benturan kayu, serta luka di paha akibat panah. Sementara itu, Martinus Lenggo juga mengalami luka serius, di antaranya putus pada telapak tangan kiri, luka pada lengan kiri, serta rusuk akibat sabetan parang.

Selain menimbulkan korban luka, rumah milik Manuel Mandabayan juga mengalami kerusakan karena pertikaian terjadi tepat di kediamannya.Anggota DPRK Nabire dari Fraksi Otsus ini menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia mengaku sangat menyayangkan peristiwa itu, terlebih karena terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.

“Di sini saya sangat menyayangkan kejadian yang terjadi, apalagi berlangsung tepat di depan rumah saya,” ujar Priskila Dina Misiro kepada infonabire.com usai menjenguk para korban di RSUD Nabire.Ia menjelaskan, saat kejadian berlangsung dirinya langsung menghubungi Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K guna mengamankan situasi yang saat itu sudah sulit dikendalikan.

Priskila juga mengapresiasi langkah cepat Kapolres Nabire beserta jajaran, serta dukungan Korem 173/PVB yang berhasil mengamankan situasi di lokasi kejadian.Selain itu, Priskila Dina Misiro turut menghadiri mediasi awal pertikaian antar warga yang digelar di Polres Nabire pada Jumat (2/1/2026).

“Hasil mediasi hari ini masih mediasi awal. Akan ada mediasi lanjutan, dan belum ada keputusan pada pertemuan pertama ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, sebagai Anggota DPRK Nabire, ia menyatakan akan mendorong langkah konkret, salah satunya dengan melakukan pengecekan terhadap tempat-tempat penjualan minuman, baik lokal maupun dari luar, khususnya di Kampung Kimi, terkait kelengkapan izin.

“Karena sumber masalahnya berawal dari minuman. Anak-anak yang mengonsumsi minuman saat pergantian tahun, namun yang menjadi korban justru orang-orang tua mereka,” ujarnya.

Ke depan, menurutnya, persoalan peredaran minuman akan menjadi perhatian khusus DPRK Nabire.Ia juga mengajak kedua belah pihak yang terlibat untuk menyelesaikan permasalahan secara baik, mengedepankan musyawarah, serta menyampaikan kejadian sesuai fakta guna memudahkan pihak kepolisian dalam penanganan hukum.

Pasca kejadian tersebut, Priskila Dina Misiro menyampaikan bahwa situasi di Kampung Kimi saat ini telah kembali aman dan kondusif. Ia mengatakan, pihak kepolisian dari Polres Nabire masih melakukan pengamanan di lokasi guna memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya kejadian lanjutan.

“Kita berharap pihak kepolisian dapat menyelesaikan masalah ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan di kemudian hari,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup