Bentrok Antarwarga di Kampung Kimi Nabire, Tiga Orang Luka Berat Akibat Parang dan Panah
NABIRE – Bentrokan antarwarga kembali terjadi di Kampung Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (1/1/2026). Insiden tersebut menyebabkan tiga warga mengalami luka berat akibat serangan senjata tajam berupa parang dan panah.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu membenarkan kejadian itu. Ia menyebut konflik dipicu oleh konsumsi minuman keras (miras) yang telah berlangsung sejak sehari sebelumnya.
“Awal masalah karena miras. Kurang lebih warga yang mengonsumsi miras ini sudah dari kemarin. Dampaknya terjadi aksi kejar-kejaran di Kampung Kimi, antara blok dengan blok,” ujar AKBP Samuel D. Tatiratu melalui sambungan telepon selularnya dikutip Jumat (2/1/2026) malam.
Dalam pertikaian tersebut, Albertus Marahole mengalami luka berat berupa putusnya telapak tangan kiri akibat sabetan parang yang sempat ditangkis karena mengarah ke kepala. Selain itu, korban juga mengalami luka di bagian kepala.
Korban lainnya, Manuel Mandabayan yang menjabat sebagai Bendahara Kampung Kimi, mengalami luka di kepala akibat benturan kayu serta luka di bagian paha akibat terkena panah.
Sementara itu, Martinus Lenggo turut mengalami luka serius, di antaranya putus pada telapak tangan kiri, luka di lengan kiri, serta luka di bagian rusuk akibat sabetan parang.
Seluruh korban telah dievakuasi dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Nabire.
Selain menimbulkan korban luka, bentrokan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada rumah milik Manuel Mandabayan. Pertikaian diketahui terjadi tepat di kediaman korban.
Kapolres Nabire menambahkan bahwa pihak kepolisian masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan serta pendataan lebih lanjut.
“Saat ini saya masih di TKP. Untuk korban sudah di RSUD Nabire. Kami belum bisa memastikan berapa jumlah korban secara keseluruhan,” katanya Kamis (1/1/2026) malam.
Aparat kepolisian terus meningkatkan pengamanan guna mencegah konflik susulan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari konsumsi minuman keras yang kerap menjadi pemicu aksi kekerasan.












