Dinkes Papua Tengah Monitoring 3 SPPG di Siriwini, Soroti Pengelolaan Limbah dan Sanitasi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire turun langsung melakukan monitoring dan pemantauan sanitasi di tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Siriwini, Rabu (11/2) siang. (Foto: Yusran/IN)

NABIRE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire turun langsung melakukan monitoring dan pemantauan sanitasi di tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Siriwini, Rabu (11/2) siang.

Tiga SPPG yang dipantau yakni SPPG 01, SPPG 02, dan SPPG 03. Monitoring difokuskan pada aspek kesehatan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, limbah, ketersediaan air bersih, hingga kebersihan penjamah makanan.

Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinkes Provinsi Papua Tengah, Wira Ayu Indah, bilang pihaknya rutin melakukan pengawasan karena SPPG mengolah dan menyajikan makanan untuk anak-anak.

“Kami dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah dan Dinas Kesehatan Kabupaten, khususnya di bidang program kesehatan lingkungan, hari ini turun di tiga SPPG di Siriwini. Kami melakukan monitoring khusus untuk sanitasi,” ujar Wira kepada awak media termasuk infonabire.com saat monitoring terakhir di SPPG Siriwini 002 “Dapur Mama KitaYayasan Anak Papua Tengah Hebat.

Menurutnya, pemantauan ini bertujuan memastikan seluruh SPPG memenuhi standar sanitasi yang telah ditetapkan, terutama dalam pengelolaan sampah, limbah, air bersih, serta kebersihan penjamah makanan.

Baca juga:  Pemprov Papua Tengah Serahkan 200 Laptop untuk Pelajar Peserta Festival Budaya 2025
Dinkes Papua Tengah Monitoring 3 SPPG di Siriwini, Soroti Pengelolaan Limbah dan Sanitasi

“Kita tahu SPPG ini mengolah makanan dan memberi makan kepada anak-anak kita. Jadi dari pihak sanitasi, kami selalu memantau kebersihan SPPG, pangannya, serta penjamah makanannya,” jelasnya.

Soroti Limbah, Namun SPPG Dinilai Penuhi Syarat

Dari hasil pemantauan sejak pagi hingga lokasi terakhir, tim menemukan beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian, terutama pada pengelolaan limbah.

“Kami mendapatkan beberapa masukan untuk SPPG, terutama pada limbahnya. Masalah limbah itu sangat riskan. Sudah ada yang terolah dengan baik, tapi kami menyarankan agar bisa lebih ditingkatkan lagi,” katanya.

Meski demikian, Wira menegaskan secara umum ketiga SPPG yang dipantau telah memenuhi syarat dan tidak ditemukan kendala serius.

“Dari ketiga SPPG ini, semua memenuhi syarat dan tidak ada kendala bagi kami. Hanya ada satu yang perlu perbaikan pada bagian limbah dan mereka siap melakukan perbaikan,” tambahnya.

Rutin Pantau SPPG Terdaftar

Wira menjelaskan, seluruh SPPG yang telah terdaftar di Dinkes akan dipantau secara berkala. Monitoring dijadwalkan setiap hari Selasa dan Jumat dengan jumlah SPPG berbeda di setiap kunjungan.

Baca juga:  Pemkab Nabire Himbau Penghentian Penjualan Minuman Beralkohol Jelang Nataru
Dinkes Papua Tengah Monitoring 3 SPPG di Siriwini, Soroti Pengelolaan Limbah dan Sanitasi

“Keseluruhan SPPG yang sudah terdaftar di kami akan kami lakukan pemantauan rutin. Hari ini ada tiga SPPG, Jumat ke depan ada tiga lagi, dan tanggal 27 kami akan ambil empat SPPG,” jelasnya.

Namun, untuk SPPG yang belum terdaftar, pihaknya belum dapat melakukan pengawasan secara menyeluruh.

Dorong SPPG Miliki SLHS

Dinkes Papua Tengah juga mendorong seluruh SPPG agar segera memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Bagi yang belum memiliki sertifikat tersebut, diminta segera melapor dan mengikuti tahapan pemeriksaan.

“Kami berharap SPPG yang belum memiliki SLHS segera melapor dan melakukan pemeriksaan, khusus untuk airnya, sampel makanannya, serta pelatihan penjamah makanan,” tegas Wira.

Ia berharap ke depan seluruh SPPG di Papua Tengah terus meningkatkan standar sanitasi demi menjamin keamanan pangan dan kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat program gizi.

Dengan pengawasan rutin ini, Dinkes Papua Tengah ingin memastikan setiap dapur SPPG benar-benar memenuhi standar kesehatan lingkungan sehingga kualitas makanan yang disajikan tetap aman, higienis, dan layak konsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup