Insiden MBG di SMP Negeri 4 Nabire Berakhir Damai, Kepsek Pastikan Program Presiden Tetap Jalan

Insiden yang melibatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 4 Nabire akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak sekolah dan Mitra Dapur MBG SPPG Kalisusu sepakat berdamai setelah menempuh mediasi di Polsek Nabire Kota, Selasa (13/1/2026) siang. (Foto: Yusran/IN)

NABIRE – Insiden yang melibatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 4 Nabire akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak sekolah dan Mitra Dapur MBG SPPG Kalisusu sepakat berdamai setelah menempuh mediasi di Polsek Nabire Kota, Selasa (13/1/2026) siang.

Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Nabire, H. Suwandi, S.Pd., M.Pd, menegaskan seluruh persoalan terkait pembagian MBG kepada siswa telah diselesaikan dengan baik dan tidak berlanjut.

“Hari ini kami telah menyelesaikan persoalan terkait makan bergizi gratis secara kekeluargaan. Yang salah mengakui kesalahan, dan ini menjadi evaluasi agar program pemerintah pusat, program Presiden, tetap kita laksanakan dengan baik sesuai tugas masing-masing,” jelas Suwandi.

Ia juga membenarkan sempat terjadi insiden yang dilaporkan oleh siswa kepada orang tua. Namun, kata dia, seluruh pihak telah duduk bersama dan menyepakati penyelesaian damai.

“Kepada bapak ibu orang tua, benar tadi sempat terjadi insiden terkait MBG. Tapi kami sudah berdiri bersama dan menyelesaikannya secara kekeluargaan. Mudah-mudahan ini menjadi yang pertama dan terakhir, agar MBG berjalan sesuai petunjuk,” ujarnya.

Dipicu masalah miskomunikasi

Pasca kejadian, kedua belah pihak menjalani mediasi di Polsek Nabire Kota sekitar pukul 14.00 WIT. Dalam pertemuan itu, pihak mitra Dapur MBG SPPG Kalisusu mengakui insiden dipicu oleh miskomunikasi antara dirinya dan pihak sekolah.

“Saya sebagai mitra BGN di Dapur Kalisusu menjelaskan bahwa kejadian di SMP 4 itu hanya karena miskomunikasi antara saya dengan kepala sekolah. Saya berharap ke depan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” bilang pihak dapur.

Pihak dapur menegaskan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi dapur MBG agar meningkatkan kualitas pelayanan ke sekolah-sekolah, khususnya SMP Negeri 4 Nabire.

“Dengan kejadian ini kami akan lebih berbenah, mengevaluasi kekurangan di dapur, dan meningkatkan pelayanan. Ini menjadi atensi khusus bagi kami,” ujarnya.

Ia juga mengakui sikap yang ditunjukkannya saat kejadian tidak sesuai dengan etika yang seharusnya.

“Kami masuk dengan sikap yang, mohon maaf, terkesan arogan. Itu memang tidak bisa dibenarkan,” katanya.

Mediasi tersebut turut dihadiri Koordinator BGN Nabire Marsel Asyerem, Kepala Dapur SPPG Kalisusu Yamet Pahabol, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Nabire, serta para guru.

Pertemuan berakhir dengan kesepakatan damai dan komitmen bersama untuk memperbaiki komunikasi serta tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Nabire.

Seluruh pihak berharap, ke depan program MBG sebagai salah satu program strategis pemerintah pusat dapat berjalan lebih tertib, aman, dan tepat sasaran demi mendukung kesehatan dan tumbuh kembang peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup