Klarifikasi Viral Pisang dan Telur MBG di SMA Negeri 1 Nabire, Ketua Yayasan SPPG Oyehe 002: Kami Minta Maaf dan Akan Lebih Hati-Hati

Foto: Mobil operasional dapur MBG SPPG Oyehe 002.

NABIRE, infonabire.com – Ketua Yayasan SPPG Oyehe 002 yang dikelola Yayasan Gerbang Terang Timur, Rosema Samber, memberikan klarifikasi terkait viralnya video dan foto snack program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut berisi pisang dan telur busuk di SMA Negeri 1 Nabire.

Rosema menyampaikan penjelasan tersebut setelah informasi yang beredar di media sosial menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Ia menilai sebagian informasi yang diviralkan tidak sepenuhnya sesuai dengan proses kerja tim dapur SPPG Oyehe 002.

Menurutnya, proses pengadaan dan pengolahan bahan makanan dilakukan dengan prosedur yang cukup ketat sebelum dibagikan kepada siswa.

Rosema menjelaskan bahwa pisang yang digunakan dalam paket snack dibeli pada siang hari, kemudian disortir dan dibersihkan pada sore hari sebelum dikemas pada malam hari.

“Pisang kami beli dari siang, kemudian sore kami sortir dan bersihkan. Setelah itu malam hari baru dimasukkan ke dalam plastik snack,” kata Rosema saat ditemui di Dapur MBG SPPG Oyehe 002 Sabtu (07/03/2026) sore.

Hal serupa juga dilakukan terhadap telur yang digunakan sebagai bagian dari menu makanan tambahan bagi siswa. Telur diambil dari kandang, lalu disortir untuk memastikan kualitasnya.

“Telur juga kami ambil dari kandang, lalu kami cek satu per satu dengan lampu untuk melihat mana yang rusak dan mana yang baik. Setelah dipisahkan baru kami rebus,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa telur yang telah dipilih biasanya direbus sekitar pukul 18.00 WIT hingga menjelang malam.

Selanjutnya pada dini hari, sekitar pukul 02.00 WIT hingga subuh, tim dapur mulai mengemas makanan ke dalam plastik snack sebelum didistribusikan ke sekolah.

Menyesalkan Informasi yang Viral

Rosema mengaku sangat menyesalkan beredarnya foto dan video yang menyebut pisang serta telur dalam paket snack tersebut busuk.

Baca juga:  Jaringan Internet Telkomsel Hilang Total di Wanggar–Yaro dari Pagi–Malam Perayaan Natal 2025, Warga Sulit Berkomunikasi

Ia menilai kondisi tersebut tidak sesuai dengan proses yang dilakukan oleh tim dapur SPPG Oyehe 002.

“Saya sangat menyesalkan karena apa yang mereka viralkan tidak sesuai dengan pekerjaan yang kami lakukan di dapur,” ujarnya.

Meski demikian, Rosema tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika memang terdapat kekurangan dalam pelayanan makanan bagi siswa.

“Saya minta maaf kepada masyarakat Kota Nabire dan juga kepada Satgas MBG serta pihak sekolah jika memang ada kekurangan dari kami,” katanya.

Ia mengaku menerima kritik tersebut sebagai pelajaran bagi tim dapur agar lebih berhati-hati dalam menyiapkan makanan ke depannya.

Dugaan Pisang Lama yang Difoto

Rosema juga mempertanyakan foto pisang yang beredar di media sosial. Menurutnya, pisang yang terlihat busuk dalam foto tersebut kemungkinan bukan berasal dari paket snack yang baru dibagikan.

Ia menduga pisang tersebut mungkin sudah disimpan cukup lama sebelum kemudian difoto dan diviralkan.

“Saya lihat pisang yang difoto itu kemungkinan sudah disimpan sekitar satu minggu, lalu baru difoto dan dibilang pisang busuk,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam menu snack yang disiapkan oleh timnya tidak terdapat buah apel seperti yang disebut dalam beberapa unggahan.

“Yang kami berikan itu pisang, bukan apel seperti yang disebutkan,” katanya.

Akan Evaluasi Menu Buah

Setelah kejadian tersebut, Rosema mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi, termasuk kemungkinan mengganti jenis buah yang diberikan kepada siswa jika memang tidak diinginkan lagi.

Menurutnya, masukan dari sekolah dan siswa akan menjadi bahan perbaikan bagi tim dapur SPPG Oyehe 002.

“Kalau memang mereka tidak mau lagi buah pisang, kami bisa ganti dengan buah lain,” katanya.

Layani Tiga Sekolah di Nabire

Saat ini, dapur SPPG Oyehe 002 melayani tiga sekolah di Kota Nabire, yakni SMA Negeri 1 Nabire, SMA Adiluhur, dan SMP Antonius.

Baca juga:  ISN Serahkan Donasi Rp5,7 Juta untuk Korban Perampokan di RSUD Nabire

Rosema menyebut selama ini pihaknya jarang menerima keluhan dari dua sekolah lainnya terkait menu makanan yang diberikan.

“Selama ini yang sering komplain hanya dari SMA Negeri 1 Nabire. Kalau di SMA Adiluhur dan SMP Antonius, mereka tidak pernah komplain,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa bahkan beberapa siswa di sekolah lain menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena mendapatkan makanan bergizi melalui program MBG.

Layani Lebih dari Dua Ribu Penerima Manfaat

Program MBG yang dikelola dapur SPPG Oyehe 002 saat ini melayani lebih dari dua ribu siswa.

Rosema menyebut total penerima manfaat sebenarnya mencapai sekitar 2.317 siswa, meski sebagian siswa pada awalnya belum ikut menerima program tersebut.

“Awalnya ada yang belum mau menerima, tapi sekarang mereka sudah mulai minta supaya juga mendapatkan makanan MBG,” katanya.

Libatkan Tenaga Kerja OAP

Dalam pengelolaan dapur MBG tersebut, Rosema mengatakan pihaknya juga melibatkan banyak tenaga kerja lokal.

Sekitar 50 persen tenaga kerja merupakan Orang Asli Papua (OAP) yang bekerja bersama tim dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami di dapur ini seperti Nusantara, ada Papua, Toraja, Jawa, Bugis, Ambon dan lainnya. Kami tidak memilih-milih suku,” ujarnya.

Ia juga menyebut telah membentuk koperasi yang beranggotakan sekitar 10 orang untuk mendukung operasional dapur.

Dapur Berdiri Februari 2026

Dapur SPPG Oyehe 002 sendiri baru mulai beroperasi pada 2 Februari 2026 sebagai bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rosema berharap polemik yang terjadi dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar pelayanan makanan bagi siswa di Kota Nabire semakin baik.

“Kami jadikan ini sebagai pelajaran supaya ke depan kami lebih berhati-hati lagi dalam menyiapkan makanan,” pungkasnya.

l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup