7 Orang Alami Gejala Diare Usai Diduga Konsumsi MBG di Nabire, Badan Gizi Nasional Lakukan Evaluasi

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, didampingi Kepala SPPG Kampung Lani Ayub Melkion Mamoribo serta Asisten Lapangan (Aslap) Dapur SPPG Kampung Lani Mikael Sarfunin, saat memberikan penjelasan terkait evaluasi pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nabire. (Foto: Achmad Yusran/infoNabire.com)

NABIRE, infoNabire.com – Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menyampaikan klarifikasi terkait munculnya dugaan gejala gangguan kesehatan yang dialami sejumlah guru dan siswa setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilayani Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Lani.

Marsel menjelaskan, pelayanan MBG dari dapur SPPG Lani mulai berjalan pada Rabu, 11 Maret 2026 dan melayani 17 sekolah dengan total penerima manfaat sebanyak 1.892 orang, terdiri dari siswa dan guru.

Namun beberapa waktu setelah pelaksanaan program tersebut, terdapat laporan sejumlah orang mengalami gejala diare, muntah, dan pusing.

“Setelah kami amati dan pelajari kasusnya, gejala yang dirasakan oleh beberapa guru dan siswa itu sama, yaitu diare, muntah, dan pusing,” jelas Marsel kepada awak media termasuk infonabire.com di Klinik Rihensa Jalan RE Martadinata Jumat (13/03/2026) malam.

Baca juga:  GPS Jayapura dan Amsindo Papua Galang Donasi untuk Korban Kebakaran di Kelurahan Mandala

Ia menyebutkan, kasus tersebut hanya terjadi pada tiga sekolah, yakni TK Grasya Waharia, SMP Negeri 7 Nabire, dan SD Inpres Waharia.

Rinciannya, tiga guru dan dua siswa dari TK Grasya Waharia, satu siswa dari SMP Negeri 7, serta satu siswa dari SD Inpres Waharia, sehingga total terdapat tujuh orang yang mengalami gejala serupa.

Saat ini, para pasien telah mendapatkan penanganan medis di beberapa fasilitas kesehatan di Nabire.

Sebanyak lima orang dirawat di Klinik Rihensa, satu orang di Klinik Gresli, dan satu orang di RSUD Nabire.

Marsel mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan dokter yang menangani pasien. Berdasarkan penjelasan sementara dari tenaga medis, gejala yang muncul kemungkinan berkaitan dengan adanya bakteri yang memengaruhi daya tahan tubuh.

Baca juga:  Polisi di Nabire Diserang Saat Selidiki Tiga Napi Kabur

“Dokter menyampaikan bahwa pasien yang datang memiliki gejala yang sama. Namun pemeriksaan laboratorium belum bisa dilakukan karena tenaga laboratorium sedang libur. Untuk sementara, penanganan difokuskan agar pasien tidak mengalami dehidrasi,” katanya.

Pemeriksaan lanjutan direncanakan akan dilakukan setelah layanan laboratorium kembali beroperasi.

Marsel menambahkan bahwa perbedaan kondisi fisik atau imun tubuh setiap orang juga dapat memengaruhi munculnya gejala.

“Dokter menjelaskan bahwa daya tahan tubuh seseorang berbeda-beda. Ada yang langsung merasakan gejala setelah makan, ada juga yang baru merasakannya beberapa waktu kemudian,” ujarnya.

l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup