Hukrim

Pria Tewas Usai Diduga Gorok Pramuria di Lokalisasi Samabusa Nabire, Polisi Dalami Motif

NABIRE, InfoNabire.com– Peristiwa penganiayaan berat terjadi di kawasan lokalisasi Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (23/10/2026) dini hari. Seorang perempuan yang bekerja sebagai pramuria mengalami sejumlah luka sayatan setelah diduga diserang seorang pria yang merupakan tamu di tempat karaoke.

Dalam kejadian tersebut, pria yang diduga sebagai pelaku justru ditemukan meninggal dunia di lokasi dengan luka sayatan pada bagian leher.

Korban perempuan berinisial S, 28 tahun, sedangkan pria yang ditemukan meninggal dunia berinisial K, 50 tahun. Polisi masih mendalami secara menyeluruh rangkaian kejadian dan motif di balik peristiwa tersebut.

Polisi Bergerak Setelah Mendapat Informasi

Kasat Reskrim Polres Nabire Iptu Bogi Trastanto, S.H., bersama Kanit Opsnal Aipda Herianto Nurdin, S.E., memimpin personel untuk merespons informasi mengenai dugaan penganiayaan berat tersebut.

Informasi awal diterima polisi sekitar pukul 07.00 WIT. Petugas mendapat laporan bahwa seorang pria ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah barak di kawasan Samabusa.

Pada saat bersamaan, polisi menerima informasi bahwa terdapat seorang perempuan yang mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke RSUD Nabire.

Petugas kemudian membagi personel menjadi dua tim. Tim pertama bergerak ke lokasi kejadian untuk mengamankan dan melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), sementara tim kedua menuju rumah sakit untuk mengecek kondisi korban perempuan sekaligus mengumpulkan informasi awal.

Sekitar pukul 07.30 WIT, tim pertama tiba di lokasi dan melakukan olah TKP, pengumpulan bahan keterangan, serta pemeriksaan rekaman CCTV. Polisi juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian.

Sekitar pukul 11.00 WIT, personel kembali ke Mapolres Nabire untuk melakukan konsolidasi. Situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali.

Korban Perempuan Mengalami Sejumlah Luka

Berdasarkan keterangan awal, korban S mengalami beberapa luka, di antaranya luka sayatan pada bagian leher sebelah kanan, luka pada lengan kanan, luka pada tangan kiri, serta memar pada bagian hidung.

Baca juga:  TNI Klarifikasi Korban Serangan OPM di Yahukimo, Satu Orang Tewas

Sementara itu, pria berinisial K ditemukan meninggal dunia di dalam barak dengan luka sayatan pada bagian leher.

Polisi menduga luka pada kedua korban berkaitan dengan rangkaian kejadian yang terjadi di dalam kamar setelah keduanya berada di lokasi tersebut.

Korban Berusaha Menyelamatkan Diri

Dalam keterangannya kepada polisi, korban S mengaku mengenal K dan telah dekat selama sekitar tiga bulan terakhir.

Menurut keterangan korban, K sebelumnya beberapa kali datang ke barak tempat korban bekerja. Pada Kamis (22/10/2026) malam, K kembali datang dan sempat menunggu korban karena saat itu korban sedang melayani tamu lain.

Setelah itu, keduanya bersama sejumlah teman sempat berada di ruang karaoke. Setelah kegiatan karaoke selesai, korban dan K masuk ke sebuah kamar untuk beristirahat.

Menurut keterangan korban kepada penyidik, ketika berada di dalam kamar, K kemudian menyerangnya menggunakan pisau cutter hingga menyebabkan luka pada bagian leher.

Korban mengaku berusaha bertahan dan menyelamatkan diri. Ia kemudian meminta pertolongan dengan memukul dinding kamar hingga teman-temannya mendengar suara tersebut.

Teman-teman korban kemudian mendobrak pintu kamar dan menemukan korban dalam kondisi lemas. Korban segera dievakuasi ke RSUD Nabire menggunakan kendaraan milik pengelola tempat usaha.

Dua Saksi Mendengar Teriakan Minta Tolong

Dua saksi berinisial M dan I memberikan keterangan yang menguatkan adanya suara permintaan pertolongan dari dalam kamar.

Menurut keterangan M, dirinya bersama I berada di lokasi ketika korban S dan pria berinisial K masuk ke kamar setelah kegiatan karaoke selesai.

Sekitar pukul 05.30 WIT, saksi mendengar teriakan korban yang meminta pertolongan agar pintu kamar dibuka.

Saksi bersama sejumlah orang lainnya kemudian mendobrak pintu. Setelah pintu terbuka, mereka melihat S dalam kondisi tidak berdaya, sedangkan K ditemukan terkapar di lantai dan sudah tidak bernyawa.

Baca juga:  Warga Jalan Siriwo Nabire Geger, Penghuni Kos Ditemukan Tak Bernyawa

Korban perempuan kemudian segera dibawa ke RSUD Nabire untuk mendapatkan pertolongan medis.

Keterangan serupa juga disampaikan saksi I, yang berada di lokasi ketika kejadian berlangsung.

Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang dari lokasi kejadian.

Di antaranya dua unit telepon seluler, sebuah helm, sebilah badik, sebuah pisau cutter, bantal dan seprai, sejumlah pakaian, dompet, tas noken, jam tangan, serta sejumlah barang pribadi lainnya.

Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi TKP dan rekaman kamera pengawas untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian secara utuh.

Motif Masih Didalami

Kasat Reskrim Polres Nabire dan personel yang menangani perkara masih melakukan pendalaman untuk memastikan motif dan kronologi lengkap kejadian.

Polisi menduga pria berinisial K terlebih dahulu menyerang korban S hingga mengalami luka berat. Setelah itu, K diduga mengalami luka pada bagian leher yang kemudian menyebabkan dirinya meninggal dunia di lokasi.

Namun, penyidik masih perlu mencocokkan keterangan korban, saksi, hasil olah TKP, barang bukti, rekaman CCTV, serta hasil pemeriksaan medis untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa.

Berdasarkan informasi yang diperoleh penyidik, K diketahui pernah menjalani hukuman pidana dan baru bebas dari Lapas Kelas IIB Nabire terkait perkara pembunuhan terhadap istrinya yang terjadi pada 2017. Dalam perkara tersebut, K sebelumnya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Nabire.

Hingga kini, polisi masih mendalami motif dan penyebab pasti terjadinya penganiayaan yang kemudian berujung pada meninggalnya pria tersebut.

Penyidik juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan barang bukti untuk mengungkap perkara secara menyeluruh.

l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup