Skrol untuk membaca pos
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250

Setahun Meki–Deinas Pimpin Papua Tengah, 26 Ribu Siswa Nikmati Beasiswa Gratis

Example 468x60
A-AA+A++

NABIRE – Satu tahun kepemimpinan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley diwarnai gebrakan besar di sektor pendidikan. Dalam waktu efektif enam hingga tujuh bulan kerja, sebanyak 26 ribu siswa telah menikmati beasiswa gratis.

Momentum refleksi itu digelar dalam talkshow bertema 1 Tahun Kepemimpinan Meki Nawipa dan Deinas Geley yang dipandu wartawan senior Andy F. Noya, pembawa acara inspiratif “Kick Andy” Metro TV. Kegiatan berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Bandara Lama Nabire, Jumat (20/2).

Example 300x600

Di hadapan para hadirin, Meki Nawipa menyampaikan bahwa jabatan bukan tujuan akhir, melainkan kesempatan untuk meninggalkan fondasi bagi generasi mendatang.

“Hidup ini kan sekali saja setelah itu pergi. Jabatan saling berganti dan tidak ada yang kekal dalam hidup ini. Program yang kita buat bisa menyentuh sampai orang kecil di bawah yang tidak punya harapan, dia bisa dapat kesempatan untuk bisa maju,” bilang Meki.

Ia menegaskan, program pendidikan gratis menjadi prioritas utama pemerintahannya. Menurutnya, pendidikan harus membuka jalan bagi anak-anak Papua Tengah agar bisa sukses dan bahkan memimpin bangsa.

“Program-program yang kami sudah buat, pendidikan gratis, saya berharap dan berdoa supaya ada satu dua orang yang akan menjadi orang yang sukses dan pimpin negara ini. Cukup kita yang pernah susah, jual kangkung, pecah batu, angkat batu tela, tapi kita selesaikan semua ini pada saat Tuhan kasih kita kesempatan hari ini,” ujarnya.

Bagi Laptop untuk Anak Berprestasi

Tak hanya beasiswa, Meki juga menggulirkan program pembagian laptop bagi siswa berprestasi, termasuk anak-anak yang tampil dalam pentas budaya.

“Seperti yang sedang saya jalankan, saya bagi laptop ke anak-anak sekolah yang dia pentas budaya. Saya kasih dia laptop supaya dia menjaga bahwa dia memang orang Papua dan dia perlu jaga itu. Siapapun yang dia rasa berprestasi, yang dia butuh, saya kasih laptop. Kalau dulu Pak Jokowi kasih sepeda, saya kasih laptop,” tegasnya.

Sebagai anak guru yang tumbuh di pedalaman, Meki mengaku merasakan langsung sulitnya perjuangan mengenyam pendidikan. Ia bahkan harus menunda kuliah karena keterbatasan biaya.

“Dulu kita itu antre, jadi kakak perempuan kuliah, saya harus istirahat satu tahun. Setelah itu saya kuliah, adik saya harus istirahat karena tidak ada biaya,” kenangnya.

Karena pengalaman itulah, ia memastikan sekolah gratis di Papua Tengah benar-benar berjalan dan menjadi warisan jangka panjang.

“Sekalipun Jakarta tidak akan dapat, karena ini sekolah gratis dibangun oleh provinsi ini. Biarlah ini menjadi fondasi dan legasi untuk orang Papua Tengah ke depan,” katanya.

2 Ribu Siswa Asrama, Standar IPK 2,75Meki menjelaskan, setelah dilantik pada 20 Februari, dirinya bersama Wakil Gubernur mulai menata program pada Maret dan melakukan normalisasi hingga Juni. Program berjalan penuh mulai Juli.

“Kalau kita bilang ini hanya 6 bulan atau 7 bulan yang kita jalan. Dengan 6 sampai 7 bulan ini sudah ada 2 ribu sekian orang sudah dapat sekolah asrama dengan baik. 26 ribu siswa sudah dapat beasiswa gratis di Tanah Papua, di Papua Tengah ini,” ungkapnya.

Beasiswa juga menyasar mahasiswa yang kuliah di Nabire, Timika, dan wilayah Papua Tengah lainnya. Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan standar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 bagi penerima.

“Yang IPK-nya 2,75. Semua mahasiswa itu 2,75 karena standarnya 2,75 dari Pemda. Tidak ada yang 3,0 baru dapat beasiswa,” jelasnya.

Ia menegaskan komitmennya menjalankan prinsip no child left behind atau tidak ada satu pun anak yang tertinggal pendidikan, mulai dari Ilu hingga Nabire.

“Tidak ada cerita di dunia ini bahwa ko tidak sekolah ko bisa bangun. Jadi dengan sekolah ini kalau dia bisa dapat penghasilan yang bagus, dia akan mengcover kesehatan yang bagus, karena dia punya rumah yang bagus dan makanan yang sehat. Jadi memang kita konsentrasi bagaimana supaya sekolah ini harus jalan. ‘No child left behind’ ini yang kita janji sama masyarakat kemarin,” tegas Meki.

Menurutnya, jabatan akan selesai pada waktunya. Namun fondasi pendidikan harus terus berlanjut oleh pemimpin berikutnya.

“Saya dengan Pak Wakil akan selesai, tapi orang yang ganti kita dia akan melanjutkan ini. Kita akan lihat saat kita sudah jadi masyarakat biasa bahwa pekerjaan yang kita lakukan ini terus berjalan,” tandasnya.

Example 300250
Example 120x600
Tim InfoNabire adalah tim redaksi resmi InfoNabire.com, media online yang berdiri sejak 28 Desember 2016 di bawah naungan CV Cahaya Media Nabire. Media ini hadir sebagai sumber informasi lokal yang berkomitmen menyajikan berita aktual, akurat, dan terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah. Dalam menjalankan aktivitas jurnalistik, InfoNabire terdaftar dengan nomor 27430-PWI/Wda/DP/IV/2024/15/02/98 dan berpegang pada prinsip profesionalitas, independensi, serta tanggung jawab publik. Setiap informasi yang diterbitkan melalui proses verifikasi dan penyuntingan redaksi untuk memastikan akurasi serta keberimbangan pemberitaan. Tim InfoNabire meliput berbagai isu strategis meliputi pemerintahan daerah, kebijakan publik, hukum dan kriminal, pendidikan, kesehatan, ekonomi, pembangunan, hingga dinamika sosial masyarakat di Papua Tengah. Cakupan liputan berfokus pada Nabire dan wilayah sekitarnya dengan orientasi pelayanan informasi kepada publik. Sebagai media lokal yang berkembang, InfoNabire membuka ruang klarifikasi, hak jawab, dan koreksi sesuai dengan ketentuan jurnalistik yang berlaku. Informasi resmi dan komunikasi redaksi dapat disampaikan melalui email: infonabirepapua@gmail.com serta kanal media sosial resmi InfoNabire.

Related Post

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Example 728x250