Sudah Pasrah Meski Lapor Polisi, Ninja RR Warga Nabire Ini Akhirnya Ditemukan
NABIRE – Sudah pasrah meski sempat melapor ke polisi, motor Kawasaki Ninja RR New milik warga Tapioka, Distrik Nabarua, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, akhirnya berhasil ditemukan setelah dua pekan hilang dicuri.
Pemilik motor, Ali Imran, mengatakan peristiwa pencurian itu terjadi pada Jumat (9/1/2026) dini hari. Saat itu, motor dengan nomor polisi PA 3469 KP terparkir di garasi rumah.
“Motor hilang di rumah, di lingkungan rumah sendiri. Mereka (pelaku curanmor) gunting gembok rumah pakai alat tajam. Waktu motor dicuri tidak ada suara sama sekali,” ujar Imran saat dihubungi infonabire.com, Kamis (22/1) malam.
Begitu mengetahui motornya raib, Imran langsung membuat laporan ke polisi, ke Polsek Nabire Kota atau Polsek Nabarua. Setelah laporan tersebut dibuat, ia tidak tinggal diam dan memilih mencari sendiri motornya selama tiga hari.
“Pas kehilangan motor, saya langsung pergi buat laporan. Habis bikin laporan itu, saya cari sendiri lagi selama tiga hari, tapi tidak ketemu sama sekali. Akhirnya saya sudah pasrah,” katanya.
Setelah dua pekan berlalu tanpa kabar, harapan Imran kembali muncul. Ia mendapat informasi dari seorang temannya yang melihat unggahan akun Instagram Info Nabire terkait penemuan sebuah motor di Jalan Jayanti, Kamis (22/1) sore.

“Teman saya lihat di postingan Info Nabire di Instagram, lalu langsung telepon saya. Dia bilang motor ini ada, kami lihat di postingan Info Nabire. Saya langsung bersujud syukur karena motor saya akhirnya bisa kembali,” tuturnya.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Imran segera menuju lokasi yang diinformasikan. Ia sempat kebingungan karena Jalan Jayanti terbagi menjadi Jayanti Atas dan Jayanti Bawah. Setelah memastikan, motornya ditemukan di Jalan Jayanti Atas dan pertama kali ditemukan oleh seorang warga.
“Saya langsung ketemu penemu motor dan sangat berterima kasih. Mereka juga tunjukkan lokasi pertama kali motor itu ditemukan,” ucapnya.
Imran menjelaskan, kondisi motornya mengalami kerusakan pada bagian bodi samping sebelah kiri. Kerusakan itu diduga akibat upaya pelaku untuk memutus kunci kontak agar mesin dapat disambung langsung.
“Bodi samping kiri dipatahkan supaya kunci kontak bisa disambung langsung dan motor bisa hidup, tapi motor saya tidak bisa mereka bunyikan,” jelasnya.
Ia juga mengakui, saat kejadian motornya tidak dikunci leher, yang kini menjadi pelajaran berharga baginya.
Menutup keterangannya, Imran mengimbau masyarakat Nabire agar lebih berhati-hati terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor yang semakin marak.
“Sekarang pencurian motor mereka pakai alat tajam dan gunting gembok. Kalau masyarakat lihat, jangan langsung kejar sendiri karena sangat berbahaya, apalagi mereka biasanya berkelompok,” pesannya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan menjadikan pelajaran, baik untuk dirinya, keluarga, maupun warga Nabire














