NABIRE – Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K, memastikan pihaknya menyiapkan pengamanan di jalur alternatif yang melewati Kantor DPRK Nabire selama penutupan Jembatan Kali Nabire (Kalibobo) dan Jembatan Wadio Pantai, Jumat (8/8/2025).
Kapolres bilang, jalur tersebut menjadi rute alternatif bagi warga Waroki, Kalibobo, dan sekitarnya untuk menuju pusat kota. Namun, sebagian warga merasa cemas melintasi kawasan DPRK karena dinilai rawan aksi kriminal.
“Kami sudah koordinasi dengan Wakapolres dan Kabag Ops untuk memploting anggota di lokasi. Anggota akan ditempatkan di pos Satpol PP yang ada di DPRD, dari pukul 07.00 hingga 22.00 WIT, sambil menunggu pos pengamanan yang direncanakan terealisasi,” ujar AKBP Samuel usai memimpin press release di Mapolres Nabire.
Selain itu, polisi juga akan menempatkan personel di perempatan Wonorejo, di Pos Karang. Kapolres mengingatkan, jumlah personel terbatas sehingga masyarakat diimbau bijak dalam beraktivitas pada malam hari.
“Setelah jam 10 malam, kalau tidak terlalu penting, mohon pertimbangkan untuk tidak keluar. Anggota juga butuh istirahat agar bisa lanjut bertugas di pagi hari,” jelasnya.
Kapolres menyoroti maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Nabire. Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, memasang CCTV, serta mengaktifkan pos kamling.
“Kasus hari ini terungkap berkat rekaman CCTV. Bagi pelaku usaha di perempatan atau lorong masuk, tolong pasang CCTV. Kita juga minta dukungan RT dan RW,” katanya.
Ia mengingatkan, beberapa laporan kehilangan sepeda motor disebabkan kelalaian pemilik, seperti lupa mencabut kunci atau meninggalkan kunci di laci motor.
AKBP Samuel menegaskan, keamanan di Nabire yang kini menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah adalah tanggung jawab bersama.
“Menjaga keamanan bukan tugas Polisi dan TNI semata. Masyarakat, pemerintah daerah, provinsi, tokoh adat, tokoh masyarakat, semua pihak harus terlibat. Kami akan terus berusaha dengan segala keterbatasan yang ada,” tutupnya.
Sebelumnya, baliho resmi sudah terpasang, berisi pemberitahuan penutupan Jembatan Kali Nabire (Kalibobo) dan Jembatan Wadio Pantai di ruas Jalan CH. Martatiahahu mulai 11 Agustus hingga 31 Agustus 2025.
Penutupan dilakukan untuk rehabilitasi jembatan, dengan imbauan agar masyarakat menggunakan jalur alternatif.
Salah satu jalur alternatif adalah Jalan Mandala yang melewati kawasan Kantor DPRK Nabire.
Tinggalkan Balasan