Polda Papua Tengah Lepas 62 Ton Beras SPHP untuk 8 Kabupaten, Target Akhir Tahun 503 Ton

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K., didampingi Sekda Papua Tengah Dr. Silwanus Sumule, Ketua DPRP Papua Tengah Delius Tabuni, serta Pimpinan Perum Bulog Kancab Nabire Dedy Rachman Eko Prasetyo, saat melepas penyaluran beras SPHP di halaman Polda Papua Tengah, Selasa (09/12) siang. (Foto: Yusran/IN)

NABIRE – Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Tanah Papua resmi dimulai serentak pada Selasa (09/12) siang. Pelepasan secara nasional dipimpin oleh Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., bersama Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dan diikuti pemerintah daerah serta seluruh Polda se-Tanah Papua secara daring.

Pelepasan penyaluran beras SPHP ini dilakukan serentak sebanyak 4.634 ton beras yang disalurkan ke kota dan kabupaten di enam provinsi wilayah Papua Raya, yakni Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan.

Di wilayah Papua Tengah, pelepasan dilakukan di halaman Polda Papua Tengah dan dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K. Hadir pula Sekda Papua Tengah Dr. Silwanus Sumulu mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Ketua DPRP Papua Tengah Delius Tabuni, serta Pimpinan Perum Bulog Kancab Nabire, Dedy Rachman Eko Prasetyo.

Penyaluran 62 Ton Beras SPHP untuk 8 Kabupaten

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare bilang pihaknya melaksanakan launching penyaluran beras SPHP serentak bersama Polda Induk di Jayapura.

“Hari ini kita launching penyaluran beras SPHP secara serentak yang dilaksanakan di Polda Induk, di Jayapura. Untuk Papua Tengah, kami didampingi Sekda Papua Tengah, Ketua DPRP Papua Tengah, Forkopimda Provinsi dan Kabupaten, serta Pimpinan Bulog Nabire,” ujar Kapolda.

Ia menyebut khusus Papua Tengah, pendistribusian SPHP dikordinir langsung oleh Polda Papua Tengah menuju 8 Polres di delapan kabupaten.

“Hari ini kita berangkatkan ke 8 kabupaten atau 8 Polres. Total semuanya sebanyak 62 ton. Target yang akan kita capai sampai akhir tahun sebesar 503 ton,” jelasnya.

Kapolda menambahkan, hingga hari ini capaian penyaluran telah mencapai 56 persen atau sekitar 282 ton.

Kapolda menjelaskan alasan capaian penyaluran belum mencapai target, terutama karena gangguan keamanan beberapa waktu lalu.

“Tadi saya laporkan di dialog interaktif, kenapa kita baru mencapai 56 persen. Karena pada 17 Oktober lalu ada gangguan dari saudara-saudara kita yang menghambat pendistribusian ke Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Paniai,” katanya.

Selain itu, kendala transportasi udara menjadi tantangan untuk penyaluran ke wilayah pegunungan.

“Transportasi udara juga menjadi kendala, sehingga sampai hari ini penyaluran ke Intan Jaya dan Puncak masih kecil,” ucapnya.

Namun Kapolda memastikan kini kondisi sudah aman untuk distribusi logistik.

“Saat ini keamanan sudah bisa kita jamin. Kita sudah bentuk Satgas Pengawalan Logistik, bukan hanya beras, tetapi semua kebutuhan masyarakat di Dogiyai, Deiyai, dan Paniai. Ada tim dari Brimob, Samapta, dan Lalu Lintas. Mudah-mudahan tidak terganggu lagi sehingga distribusi untuk Natal dan Tahun Baru bisa lancar,” tutup Kapolda.

Pemprov Papua Tengah Apresiasi Kolaborasi Forkopimda

Sementara itu, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa melalui Sekda Dr. Silwanus Sumule mengapresiasi langkah koordinatif seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan.

“Teman-teman sekalian, apa yang kita lihat hari ini menunjukkan ada kolaborasi yang kuat dari Forkopimda,” kata Sekda.

Ia menyebut penyaluran 62 ton hari ini menjadi progres signifikan terhadap target 503 ton.

“Pencapaian kita sudah 52 sekian persen dari target 503 ton dan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan kita realisasi. Masyarakat memang membutuhkan, dan kami mohon dukungan penuh dari seluruh masyarakat,” ujarnya.

Sekda menyoroti jalur distribusi yang sering bermasalah, khususnya Nabire–Dogiyai–Deiyai–Paniai.

“Harapan besar kami jalur tersebut bisa lancar. Dari Polda sudah ada Satgas, tetapi yang paling penting masyarakat ikut menjaga ketertiban dan keamanan di jalur penyaluran,” ucapnya.

Selain itu, ia menyinggung tantangan distribusi ke wilayah yang hanya bisa dijangkau lewat udara.

“Ini sudah masuk Christmas Flight, jadi kami terus berkoordinasi dengan maskapai agar kebutuhan di Intan Jaya dan Puncak yang hanya bisa lewat pesawat bisa segera terpenuhi,” ujarnya.

Ia berharap seluruh kebutuhan bahan makanan, termasuk beras SPHP, dapat sampai tepat waktu.

“Dengan demikian beras maupun bama yang harus sampai ke masyarakat di bulan Desember bisa terlaksana. Masyarakat bisa merayakan Natal dan Tahun Baru tanpa kekurangan,” tutup Sekda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup