Dari Papua Tengah, Festival Media Se-Tanah Papua 2026 Jadi Tonggak Sejarah Pers Papua
NABIRE – Dari Papua Tengah, Festival Media Se-Tanah Papua 2026 resmi dimulai dan menandai tonggak sejarah baru bagi perkembangan pers Papua. Kegiatan perdana ini dibuka di Bandara Lama Kabupaten Nabire, Selasa (13/1/2026), dan diikuti 304 peserta dari berbagai unsur.
Festival mengusung tema “Dari Papua Tengah, Kitong Bisa Lebih Baik” dan digelar Panitia Festival Media Se-Tanah Papua bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Peserta terdiri atas jurnalis se-Tanah Papua, TNI-Polri, BUMN, pelajar, mahasiswa, hingga tamu undangan.
Pembukaan festival diawali doa bersama dan lagu Indonesia Raya, lalu dilanjutkan tarian penyambutan oleh Sanggar Art Tabura Emas.
Ketua Panitia Festival Media Se-Tanah Papua, Abeth Abraham You, menegaskan festival ini hadir sebagai ruang peningkatan kapasitas dan profesionalisme jurnalis Papua, seiring tantangan jurnalisme modern yang terus berkembang.
“Festival ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang kolaborasi dan apresiasi bagi insan pers Papua. Ini adalah festival media pertama se-Tanah Papua dan menjadi momentum sejarah,” ujar Abeth.
Berbagai agenda digelar, mulai dari pelatihan jurnalistik dan investigasi, keamanan digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pengelolaan media sosial, fotografi dan videografi jurnalistik, hingga pengelolaan website media. Festival ini juga menghadirkan talk show peran media dalam pembangunan Papua, pameran karya jurnalistik, serta Malam Penganugerahan Papua Journalist Association 2026.
Ketua AWP, Elisa Sekenyap, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan menekankan peran strategis media dalam menjaga kepercayaan publik serta membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.
“Media Papua dituntut bekerja secara profesional, beretika, dan sensitif terhadap nilai-nilai lokal. Sinergi media dan Forkopimda penting untuk mencegah disinformasi serta menghadirkan narasi pembangunan Papua yang objektif, manusiawi, dan berimbang,” kata Elisa.
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, S.H., yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tumiran, S.Sos., M.AP., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh insan pers yang hadir di Nabire. Pemerintah menilai media sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis dalam pembangunan daerah.
“Melalui Festival Media Se-Tanah Papua 2026, kami berharap lahir karya jurnalistik yang profesional, beretika, serta menampilkan Papua secara utuh. Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab,” ujar Tumiran.
Festival Media Se-Tanah Papua 2026 resmi dibuka melalui pemukulan tifa sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Agenda pembukaan dilanjutkan dengan diskusi panel tentang tantangan jurnalisme digital, etika pemberitaan, dan perlindungan wartawan oleh jurnalis senior Papua, Wolas Krenak.
Rangkaian pembukaan festival ditutup dengan Tari Nure Myairori pada pukul 18.25 WIT. Festival ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat media lokal dan melahirkan jurnalis Papua yang profesional, berintegritas, serta berpihak pada kepentingan publik.














