Kemenhub Jelaskan Pendaratan Darurat Pesawat Smart Air PK-SNS

Sebuah pesawat Smart Air jenis Cessna 208 Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS usai mendarat darurat. (Foto: Istimewa/IN)

InfoNabire.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) angkat bicara terkait insiden pesawat Smart Air yang melakukan pendaratan darurat di Bandara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah. Pesawat tersebut diketahui mengalami gangguan mesin sesaat setelah lepas landas.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) menerima laporan pesawat Smart Air tipe C208B dengan nomor registrasi PK-SNS yang melayani rute Nabire (NBX)–Kaimana (KNG) melakukan pendaratan darurat pada Selasa (27/1/2026) pukul 13.01 WIT.

“Berdasarkan laporan awal yang diterima, pesawat mengalami gangguan pada mesin. Selanjutnya, Pilot in Command (PIC) Capt. Tania K. memutuskan melakukan Return to Base (RTB),” ujar Lukman dalam keterangan tertulis di Jakarta dikutip dari Republika.co.id.

Namun, Lukman menjelaskan, kondisi mesin pesawat semakin menurun. Thrust power yang terus berkurang membuat pilot mengambil langkah darurat dengan mendaratkan pesawat di ujung pantai landasan pacu 17 Bandara Douw Aturure Nabire.

Saat ini, pihak terkait tengah melakukan penarikan pesawat ke area pantai guna memudahkan proses penanganan lanjutan serta memastikan keamanan operasional bandara tetap terjaga.

Lukman menegaskan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh penumpang dan awak pesawat berhasil dievakuasi dengan selamat ke terminal bandara.

Adapun pesawat Smart Air tersebut mengangkut total 13 orang yang terdiri dari penumpang dan awak pesawat.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui UPBU Douw Aturure Nabire dengan operator penerbangan, TNI, kepolisian, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan situasi berjalan dengan aman dan terkendali,” ucap Lukman.

Lebih lanjut, Lukman menyampaikan Ditjen Hubud akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pesawat. Selain itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi Penerbangan Umum (KNKT PU) juga akan melakukan investigasi guna mengetahui penyebab pasti terjadinya insiden pendaratan darurat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup