Tanpa Alat, Putra Papua Ini Berenang 100 Meter Selamatkan Penumpang Pesawat Smart Air PK-SNS
NABIRE – Aksi heroik warga terjadi saat pesawat Smart Air tipe C208B dengan nomor registrasi PK-SNS rute Nabire–Kaimana melakukan pendaratan darurat di perairan Logpon Pantai Karadiri, Wanggar, Kabupaten Nabire Barat, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIT.
Di tengah situasi darurat dan arus laut yang cukup kuat, kesigapan warga di sekitar lokasi menjadi kunci keselamatan. Seluruh penumpang dan awak pesawat berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa adanya korban jiwa.
Salah satu penolong pertama, Niko Raiki, putra Papua, menuturkan bahwa dirinya mendengar suara tidak normal dari pesawat sesaat setelah lepas landas.
“Saya dengar bunyi pesawat, lalu pesawat itu turun ke air. Awalnya saya kira seperti pesawat air yang hendak mengambil air, namun tiba-tiba bagian depan pesawat tenggelam,” ungkap Niko kepada awak media di lokasi kejadian.

Melihat kondisi tersebut, Niko bersama sekitar empat warga lainnya tanpa ragu langsung bergegas menuju laut untuk memberikan pertolongan. Dari lima orang yang terlibat, dua di antaranya berenang ke arah pesawat dengan membawa tali guna mengamankan badan pesawat agar tidak hanyut.
“Kami berenang membawa tali, lalu mengikat pesawat dan menariknya perlahan ke arah darat,” jelasnya.
Saat proses pengikatan berlangsung, seluruh penumpang dilaporkan telah keluar dari dalam kabin. Para penumpang kemudian diarahkan naik ke atas badan pesawat sebelum ditarik secara manual menuju tepian pantai.
“Penumpang kami tuntun keluar satu per satu. Setelah semua berada di atas pesawat, barulah kami tarik ke darat,” tambah Niko.
Ia mengakui proses penyelamatan berlangsung cukup berat. Tanpa alat keselamatan dan hanya bermodal tali berukuran kecil, para penolong harus berenang melawan arus laut sejauh kurang lebih 100 meter.
“Saya berenang melawan arus sejauh sekitar 100 meter. Sangat melelahkan, tapi yang terpenting semua penumpang selamat,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan di lapangan, jumlah penumpang dan awak pesawat diperkirakan sekitar tujuh hingga delapan orang, termasuk pilot. Tidak terdapat anak-anak dalam penerbangan tersebut, seluruh penumpang merupakan orang dewasa dan lanjut usia.
Setelah pesawat berhasil ditarik mendekati pantai, bantuan tambahan dari pihak bandara tiba di lokasi untuk membantu penanganan lanjutan. Warga sekitar pun mulai berdatangan menyaksikan proses evakuasi.
Insiden pendaratan darurat ini tidak menimbulkan korban jiwa. Keberanian dan kepedulian warga setempat menjadi gambaran nyata solidaritas kemanusiaan, ketika keselamatan nyawa menjadi prioritas utama di tengah kondisi yang penuh risiko.














