Kabar Baik untuk Warga, Wakil Ketua I DPRK Nabire Imanuel Rumbewas Dorong 28 Kampung Segera Dialiri Listrik
NABIRE – Kabar baik bagi warga Kabupaten Nabire. Wakil Ketua I DPRK Nabire, Imanuel F H Rumbewas, ST, mendorong percepatan pembangunan listrik perdesaan agar 28 kampung di Papua Tengah segera dialiri listrik pada tahun 2026.
Program Listrik Perdesaan (Lisdes) menjadi salah satu pilar penting Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju swasembada energi nasional. Sejalan dengan komitmen pemerintah menghadirkan akses listrik ke seluruh desa paling lambat 2029–2030, Wakil Ketua I DPRK Nabire, Imanuel F H Rumbewas, ST, mendorong agar pembangunan jaringan listrik perdesaan yang sempat ditangguhkan pada tahun 2025 dapat diprioritaskan kembali pada tahun 2026.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, masih terdapat puluhan kampung di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, yang belum menikmati layanan listrik secara optimal. Kondisi tersebut berdampak langsung pada keterbatasan pelayanan pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, hingga aktivitas perekonomian masyarakat.
Dalam menjalankan fungsi pengawasan sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat di 28 kampung, Imanuel Rumbewas bersama Komisi B dan pimpinan DPRK Nabire melakukan koordinasi dan konsultasi ke Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian ESDM RI di Jakarta Selatan, Selasa (4/1/2026).

Ia menyampaikan, akses listrik bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya masyarakat di wilayah pedesaan Papua Tengah.
“Karena itu kami meminta Ditjen Gatrik Kementerian ESDM agar pengusulan pembangunan jaringan listrik yang ditangguhkan tahun 2025 bisa segera diproses dan ditetapkan sebagai prioritas pada tahun 2026,” tegasnya.
Adapun kampung-kampung yang diusulkan meliputi Distrik Napan, Yaur, Yaro, Nabar, Teluk Kimi, Dipa, Menou, dan Makimi. Di antaranya Kampung Masipawa, Napan, Weinami, Mosan, Akudiomi, Sima, Sowa, Wagi, Yari, Karadiri I, Waharia, Dikiya, Epouwa, Jainoa, Jigikebo, Tagauto, Kunupi, Lokodimi, Ogiyai, Yegeugi, Biha, Maidei, hingga Samabusa.
Imanuel berharap, dukungan penuh pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM dapat mempercepat pemerataan energi listrik di Papua Tengah, sekaligus memperkuat program nasional menuju kemandirian dan swasembada energi.














