Kapolda Papua Tengah Ajak Personel Jadi Sahabat Masyarakat, Ini Poin-Poinnya

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si. (Foto: Abira/IN)

NABIRE, InfoNabire.com – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si, menyampaikan sejumlah arahan strategis atau Commander Wish yang menjadi pedoman kerja jajaran kepolisian di wilayah Papua Tengah.

Yang dilihat InfoNabire, arahan tersebut tertuang dalam poster yang diunggah melalui akun Instagram @humaspoldapapuatengah pada Rabu (29/04/2026).

Dalam poster itu, Kapolda Papua Tengah menekankan enam poin utama, mulai dari pengamanan dan pelayanan publik hingga komitmen pada nilai-nilai Pancasila dalam bingkai Papua.

Pada poin pertama, Kapolda menegaskan pentingnya peningkatan pengamanan secara proaktif dan preventif di seluruh wilayah hukum Polda Papua Tengah. Ia juga mendorong pendekatan humanis dan kultural serta peningkatan layanan call center 110.

Selain itu, Kapolda mengarahkan agar personel rutin melakukan patroli dialogis yang membaur dengan masyarakat, menghormati batas adat seperti Ono Woi dan Ono Nggowa, serta melibatkan tokoh adat seperti Tontua, Kepala Suku, Ondoafi, dan Mama-Mama Papua sebagai mitra.

Kapolda juga menekankan agar penyelesaian konflik sosial diprioritaskan melalui mekanisme adat sebagai langkah awal, sebelum menempuh jalur hukum formal, selama tidak bertentangan dengan hukum nasional.

“Wujudkan pelayanan publik yang cepat, ramah, dan tanpa diskriminasi. Gunakan bahasa daerah atau bahasa Indonesia sederhana untuk komunikasi yang efektif,” demikian pesan dalam poin tersebut.

Baca juga:  VIDEO: Terekam CCTV, Dua Pria Curi Motor di Area Smoker, Satu Menyamar Jadi Pemulung

Pada poin kedua terkait penegakan hukum, Kapolda meminta jajarannya menegakkan hukum secara tegas, profesional, dan proporsional dengan tetap mempertimbangkan kearifan lokal serta rasa keadilan masyarakat.

Dalam penanganan perkara yang melibatkan masyarakat adat, personel diminta melibatkan lembaga adat setempat guna memberikan pertimbangan dan pemahaman konteks. Ia juga mengingatkan agar menghindari tindakan yang merendahkan martabat manusia maupun adat istiadat.

Selanjutnya pada poin ketiga, Kapolda menyoroti pentingnya pembinaan kamtibmas berbasis kearifan lokal. Program Binmas Noken diminta terus dikembangkan sesuai kekhasan Papua Tengah, termasuk menjadikan honai atau rumah adat sebagai titik pembinaan dan komunikasi.

Kemitraan dengan pemuda gereja, pemuda adat, serta organisasi perempuan juga didorong untuk menciptakan kedamaian. Selain itu, personel diminta mendukung kegiatan budaya seperti festival adat, seni ukir, dan lagu daerah guna membangun rasa percaya diri dan kebanggaan masyarakat.

Pada poin keempat, Kapolda menekankan pemeliharaan sarana dan prasarana serta lingkungan. Ia meminta seluruh aset dirawat dengan penuh tanggung jawab serta pembangunan fasilitas memperhatikan arsitektur lokal dan ramah lingkungan.

Kapolda juga mengingatkan agar setiap kegiatan yang berkaitan dengan hak ulayat dan hutan adat dilakukan melalui koordinasi serta izin dari pemangku adat. Ia mengajak seluruh personel menjadi contoh dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, sejalan dengan program nasional ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Baca juga:  Gempa M 4,2 Guncang Nabire, BMKG Sebut Sudah Terjadi 139 Gempa Susulan Pasca Gempa M 6,6

Poin kelima berfokus pada pembinaan personel internal. Kapolda mengingatkan setiap anggota Polri untuk menjadi “Sahabat Masyarakat” yang rendah hati, mampu menjadi pendengar yang baik, serta mau belajar budaya dan bahasa setempat.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan pemahaman sosial-kultural Papua Tengah melalui pelatihan khusus. Selain itu, personel diminta mengedepankan nilai “Tiga Hati” yakni hati nurani, hati yang tulus, dan hati yang melayani, serta “Tangan di Atas” yang berarti memberi, bukan meminta.

Kapolda turut mengingatkan agar seluruh personel menghindari sikap arogan, etnosentrisme, serta segala bentuk pelanggaran disiplin.

Pada poin terakhir, Kapolda menegaskan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dalam bingkai Papua. Ia mengajak seluruh anggota mengimplementasikan Pancasila secara kontekstual dengan menghargai semangat “One People One Soul” atau “Satu Rakyat Satu Jiwa” dalam kehidupan masyarakat Papua.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperkuat persatuan dan kesatuan dengan mengakui perbedaan sebagai kekayaan, bukan sebagai pemecah belah.

Arahan Commander Wish ini diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh jajaran Polda Papua Tengah dalam menjalankan tugas yang humanis, profesional, serta selaras dengan kearifan lokal masyarakat Papua.

Wakil Ketua I DPRPT, Diben Elaby, S.TH
Wakil Ketua I DPRPT, Diben Elaby, S.TH
l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup