Pelaku Begal di Nabire Barat Meninggal Dunia, Kapolres: Luka Akibat Perlawanan Korban
NABIRE, InfoNabire.com – Pelaku dugaan begal yang sebelumnya menghadang seorang warga di Kampung Baru Kalisemen Jalur 3, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Jumat (22/5/2026), dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis di RSUD Nabire.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., CPHR, saat dihubungi media ini membenarkan informasi tersebut. Ia menjelaskan, pelaku meninggal akibat luka yang dialami saat korban melakukan perlawanan ketika aksi pembegalan terjadi.
“Terkait pelaku yang sudah meninggal, pelaku mengalami luka akibat perlawanan dari korban. Sempat dirawat, namun sudah tidak bisa tertolong dan akhirnya meninggal dunia,” ujar AKBP Samuel D. Tatiratu.
Sebelumnya, pelaku berinisil AG (23) diduga menghadang korban LOE (49) menggunakan parang saat korban melintas menggunakan sepeda motor Honda CRF untuk menjemput anaknya di sekolah.
Korban sempat mengalami sejumlah luka akibat sabetan senjata tajam. Dalam upaya mempertahankan diri, korban berusaha merebut parang dari tangan pelaku hingga terjadi perkelahian yang menyebabkan pelaku mengalami luka di bagian perut.
Usai kejadian, aparat Polsek Nabire Barat bersama Satreskrim Polres Nabire bergerak cepat mengevakuasi pelaku ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.
“Dari pihak Polsek Nabar membawa pelaku ke rumah sakit, dibantu Polres Nabire dalam hal ini Satreskrim,” katanya.
Kapolres menegaskan situasi keamanan di wilayah tersebut hingga saat ini masih aman dan terkendali. Aparat kepolisian juga terus melakukan langkah-langkah lanjutan, termasuk menghubungi keluarga pelaku.
“Saat ini situasi aman, masih aman terkendali. Dari pihak penyidik sementara berupaya menghubungi pihak keluarga pelaku,” jelasnya.
Terkait dugaan keterkaitan pelaku dengan kasus pembegalan terhadap anak kecil yang sebelumnya sempat menjadi perhatian masyarakat, Kapolres menyebut pihak kepolisian belum menerima laporan resmi. Namun, penyelidikan tetap dilakukan.
“Kalau kaitannya dengan kejadian pembegalan anak kecil sebelumnya, kami belum menerima laporan, namun itu masih dalam ranah penyelidikan,” tambahnya.
Pihak kepolisian kini masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa serta kemungkinan keterkaitan dengan kasus kriminal lainnya di wilayah Nabire.














