Sidang Kasus Pembunuhan CKC di Nabire Ricuh, 6 Orang Terluka

NABIRE, InfoNabire.com – Sidang perdana perkara pembunuhan remaja berinisial CKC di Pengadilan Negeri, Jalan Merdeka, Karang Mulia, Nabire, Papua Tengah, Senin (24/8/2026), berlangsung di tengah situasi yang sempat memanas.

Kericuhan terjadi setelah massa dari kerabat keluarga korban yang berada di sekitar Kantor Pengadilan Negeri Nabire berupaya menerobos penjagaan polisi.

Massa juga melakukan pelemparan ke arah aparat untuk masuk ke halaman pengadilan.

Sidang yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIT awalnya berjalan tertib. Namun, situasi berubah setelah muncul kesalahpahaman mengenai mekanisme persidangan, khususnya terkait kehadiran orangtua korban di dalam ruang sidang.

Persidangan perkara tersebut wajib berlangsung secara tertutup sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kondisi itu kemudian memicu reaksi dari sejumlah pihak yang berada di sekitar pengadilan.

Kericuhan bahkan berlanjut setelah persidangan selesai. Mobil tahanan Kejaksaan yang membawa Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) menjadi sasaran pelemparan massa.

Melihat situasi yang berpotensi meluas, jajaran Polres Nabire segera memperketat pengamanan di sekitar Kantor Pengadilan Negeri Nabire.

Lima Polisi dan Satu Warga Terluka

Insiden tersebut menyebabkan lima anggota Polres Nabire mengalami luka akibat lemparan. Seorang warga yang berada di lokasi juga mengalami luka.

Baca juga:  Pemkab Puncak Jaya Serahkan Dana Rp 10 Miliar untuk Perdamaian Dua Kubu Paslon Bupati

Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, menyebut seluruh korban mendapatkan penanganan medis.

Sidang Kasus Pembunuhan CKC di Nabire Ricuh, 6 Orang Terluka
Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR. (Foto: Yusran/IN)

“Ada lima orang yang dilaporkan kena lemparan dan ada yang pecah juga di bagian kening kemudian dari masyarakat ada satu juga yang luka. Semua pengobatan saya yang tanggulangi”, kata Kapolres Nabire, AKBP. Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K, M.H, CPHR seusai pengamanan sidang.

Polisi juga mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kericuhan.

Mereka kemudian menjalani pemeriksaan untuk mengetahui keterlibatan masing-masing dalam insiden tersebut.

Polisi Jelaskan Mekanisme Persidangan

Samuel menjelaskan, aparat sebelumnya telah memberikan ruang kepada perwakilan keluarga korban untuk mengikuti jalannya persidangan sesuai kebijakan Ketua Pengadilan Negeri Nabire.

Menurutnya, perwakilan keluarga korban, termasuk penasihat hukum dan pengurus, telah berada di sekitar ruang persidangan.

Polisi juga telah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga untuk menjelaskan mekanisme persidangan.

“Sesungguhnya dari Ketua Pengadilan sudah memberikan kebijakan yang sangat luar biasa. Perwakilan keluarga korban termasuk PH (Penasehat Hukum) dan pengurus, sudah hadir di samping ruang persidangan dan kami sudah komunikasikan dengan baik, namun insiden tetap terjadi,” ujarnya.

Samuel menegaskan, pihaknya akan mengevaluasi pengamanan bersama pihak terkait. Evaluasi tersebut penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi pada agenda persidangan berikutnya.

Baca juga:  Bupati Nabire Janjikan Imbalan untuk Penangkap Begal dan Jambret: Supaya kota ini penuh berkat

Dia juga meminta seluruh pihak memahami mekanisme hukum yang berlaku serta menghormati keputusan majelis hakim mengenai kehadiran keluarga korban di dalam maupun di sekitar ruang persidangan.

“Semua kita harus belajar memahami prosedur hukum yang berjalan sehingga tidak timbul mis-komunikasi. Agenda berikutnya merupakan kebijakan penuh Ketua Pengadilan dan Hakim yang memimpin persidangan,” katanya.

Pengamanan Sidang Berikutnya Diperkuat
Samuel berharap seluruh pihak menghormati setiap kebijakan yang ditetapkan Pengadilan Negeri Nabire sehingga proses hukum perkara tersebut dapat berjalan aman dan lancar.

“Kita semua menginginkan perjalanan sidang ini berjalan lancar dan memberikan rasa keadilan bagi pihak keluarga korban. Mari kita jaga keamanan bersama agar proses persidangan dapat berlanjut dengan baik pada agenda berikutnya,” ujarnya.

Polres Nabire memastikan pengamanan akan diperkuat pada persidangan berikutnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus mencegah terulangnya kericuhan serupa.

Kepolisian juga mengajak seluruh pihak mengikuti proses persidangan sesuai mekanisme hukum yang berlaku agar penanganan perkara pembunuhan remaja CKC dapat berlangsung secara aman dan tertib.

l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup