Anggota DPRK Nabire Priskila Dina Misiro S.Pi Dorong Mediasi Damai Pasca Pertikaian Warga Kampung Kimi
NABIRE – Anggota DPRK Nabire, Priskila Dina Misiro, S.Pi, mendorong penyelesaian secara damai atas pertikaian antarwarga yang terjadi di Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Ia menegaskan pentingnya menempuh jalur mediasi kekeluargaan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
“Penyelesaian secara damai melalui mediasi kekeluargaan menjadi langkah terbaik agar konflik tidak kembali meluas,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada wartawan infonabire.com, Sabtu (31/1) malam.
Priskila menjelaskan, upaya mediasi tersebut telah dibahas dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Polres Nabire pada Kamis (29/1/2026) pagi. Dalam pertemuan itu, para pihak sepakat menyelesaikan kasus penganiayaan berat melalui jalur kekeluargaan.
Kesepakatan yang dicapai mencakup pemberian jaminan hidup kepada para korban luka berat serta ganti rugi atas rumah warga yang mengalami kerusakan akibat pertikaian. Realisasi pembayaran bantuan tersebut direncanakan paling lambat pada Maret 2026.
Saat ini, kata Priskila, proses penyelesaian akhir masih menunggu keputusan dari para kepala suku yang mewakili masing-masing pihak.
Sebelumnya, pertikaian antarwarga terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIT dan dipicu oleh kesalahpahaman. Insiden tersebut mengakibatkan tiga warga mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Nabire.
Berdasarkan informasi yang dihimpun infonabire.com di lapangan, para korban mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam dan terkena anak panah. Selain korban luka, pertikaian tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada salah satu rumah warga.
Priskila Dina Misiro sebelumnya juga turun langsung menjenguk para korban di RSUD Nabire sebagai bentuk kepedulian. Ia berharap penyelesaian yang ditempuh dapat mengakhiri konflik dan memulihkan harmoni sosial di tengah masyarakat Kampung Kimi.














