Peristiwa

Kapolda Papua Tengah Turunkan Tim Reskrim Usut Kebakaran Maut di Paniai

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengerahkan tim gabungan Reskrim Polda Papua Tengah untuk mengusut kebakaran maut yang melanda kawasan Pasar Bopauda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Senin (7/9/2026) dini hari. (Foto: Yusran/IN)

PANIAI, InfoNabire.com – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengerahkan tim gabungan Reskrim Polda Papua Tengah untuk mengusut kebakaran maut yang melanda kawasan Pasar Bopauda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Senin (7/9/2026) dini hari.

Kebakaran tersebut menewaskan 11 orang dan menghanguskan puluhan bangunan. Polisi kini mendalami penyebab kebakaran sekaligus mengumpulkan bukti dan keterangan dari sejumlah saksi.

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung mengatakan, Kapolda memerintahkan Dirreskrimum Kombes Pol Asep Sayidi Wijaya dan Dirreskrimsus Kombes Pol I Ketut Suarnaya turun langsung ke Paniai.

Keduanya telah berada di Kabupaten Paniai untuk membantu Polres Paniai melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

“Atas perintah bapak Kapolda, kedua PJU datang ke Paniai untuk membantu proses penyelidikan sehingga penyebab kebakaran dapat segera diketahui,” kata Henry kepada wartawan.

Selain dua pejabat utama tersebut, Polda Papua Tengah juga mengirim lima perwira berpangkat Pama dan Pamen serta sejumlah anggota Reskrim untuk membantu proses penyelidikan kebakaran.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, polisi mencatat 49 unit bangunan, terdiri dari kios dan rumah, hangus terbakar. Sebanyak 148 orang juga kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa tersebut.

Baca juga:  Polda Papua Tengah dan Polres Nabire Gelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV 2025

“Dari olah tempat kejadian perkara sementara, tercatat 49 unit bangunan—kios dan rumah—hangus terbakar, dan 148 orang kehilangan tempat tinggal,” jelasnya.

11 Orang Meninggal Dunia

Henry menyebut kebakaran tersebut menelan 11 korban jiwa. Korban terdiri dari lima orang dewasa dan enam anak-anak.

Korban meninggal dunia akibat luka bakar tersebut teridentifikasi sebagai Najamuddin (70), Wandi (36), Hasyim (30), Rizka Falma (28) yang merupakan istri Hasyim, serta Herlina (30), istri Wandi.

Sementara enam korban anak-anak yakni Aska (9), Abie (6), dan Adit (5), yang merupakan anak Wandi. Kemudian Ardi (9), Icha (6), dan Ai Yusuf (2), yang merupakan anak Hasyim.

“Saat ini seluruh korban jiwa disemayamkan di RSUD Paniai. Rencana visum akan kita lakukan kepada para korban, namun kita masih menunggu ijin dari pihak keluarga,” jelasnya.

Untuk warga yang terdampak, kepolisian telah mendirikan posko pengungsian di halaman Polsek Paniai Timur. Namun, sebagian besar warga memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga masing-masing.

Baca juga:  Jaksa Geledah Kantor DPRK Nabire, Usut Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Rp2 Miliar

Polisi Tunggu Hasil Penyelidikan

Henry menegaskan polisi belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Untuk membantu proses penyelidikan, Polda Papua Tengah akan mendatangkan tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Laboratorium Forensik (Labfor) dari Pusdokes Polda Papua.

“Saat ini kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Upaya yang kami lakukan antara lain mendatangkan tim DVI dan Labfor dari Pusdokes Polda Papua untuk membantu penyelidikan,” kata Henry.

Menurut Henry, tim penyidik saat ini memusatkan pemeriksaan pada pengumpulan barang bukti dan keterangan dari para saksi.

“Kami fokus mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi. Sehingga kami belum bisa berandai-andai dalam mengungkap penyebab kebakaran,” ujar Henry.

Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

“Kami minta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan tidak terpancing kabar yang belum tentu benar. Jika menemukan informasi penting, laporkan kepada aparat agar dapat ditindaklanjuti,” ujar Henry.

l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup