Nancy Raweyai Apresiasi Festival Media Papua Tengah, Dorong Jurnalisme Berintegritas dan UMKM Tak Sekadar Musiman
NABIRE – Anggota DPR Papua Tengah, Nancy Natalia Raweyai dari Partai NasDem, yang mewakili Dapil Papua Tengah 5 (Kabupaten Mimika), hadir langsung dalam Festival Media se-Tanah Papua yang digelar oleh Asosiasi Wartawan Papua (AWP) di kawasan Bandara Lama Nabire, Selasa (13/1/2026).
Festival Media Papua Tengah pertama ini berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Januari 2026, dengan mengusung tema “Dari Papua Tengah, Kitong Bisa Lebih Baik”. Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Nancy menilai pelaksanaan Festival Media Papua Tengah menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers, khususnya di daerah otonomi baru seperti Papua Tengah.
“Untuk tim panitia dan semua teman-teman wartawan, kegiatan Festival Media Papua Tengah yang pertama ini sangat membanggakan bagi kami semua,” ujar Nancy di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, festival ini tidak hanya menghadirkan pameran media, tetapi juga diisi dengan pelatihan dan talk show yang berkontribusi langsung dalam membangun integritas jurnalisme sebagai pilar keempat demokrasi.
Ia pun mendorong para jurnalis di Papua Tengah agar semakin semangat menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas demi membangun daerah.
“Kita harus membangun provinsi ini dengan karya-karya jurnalistik yang sungguh luar biasa,” katanya.
Nancy berharap Festival Media Papua Tengah dapat menjadi agenda rutin tahunan. Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk mengasah kemampuan jurnalis, terutama dalam menghadapi tantangan peliputan di wilayah Papua Tengah.
“Kita tahu Papua Tengah ini wilayah konflik. Aspek yang paling penting adalah keselamatan teman-teman media ketika melakukan peliputan. Ini juga perlu dibicarakan dan dibekali,” jelasnya.
Selain menyoroti peran jurnalisme, Nancy juga mengapresiasi keterlibatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam festival tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya pengelolaan UMKM yang lebih kreatif agar tidak bersifat musiman.
“Perlibatan UMKM itu sangat bagus. Tapi memang perlu dikemas lebih kreatif supaya UMKM tidak hanya hidup ketika ada acara,” ujarnya.
Ia mendorong adanya duduk bersama antara pelaku UMKM dan para stakeholder agar UMKM lokal bisa berkembang secara berkelanjutan.
“Event besar seperti ini menjadi wajah yang baik bagi UMKM. Tapi bagaimana caranya agar UMKM ini tetap berjalan, tidak hanya saat musim acara,” tambah Nancy.
Dalam kesempatan tersebut, Nancy juga terlihat berbelanja di salah satu stan UMKM lokal, yakni Kopi Puaz, produk kopi asal Paniai.

Kopi Puaz diketahui ditanam langsung oleh pemuda petani kopi lokal, Agus Kadepa, bersama kelompok taninya yang berada di wilayah pegunungan Paniai.
“Saya selalu berusaha belanja UMKM lokal sebagai bentuk dukungan pribadi,” ungkap Nancy.
Menurutnya, partisipasi langsung masyarakat dan pejabat dalam mendukung UMKM menjadi langkah konkret untuk menghidupkan ekonomi lokal Papua Tengah.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita harus meramaikan UMKM dengan ikut berpartisipasi. Itu bentuk dukungan nyata,” pungkasnya.














