Ledakan Mobil di SPBU Oyehe Nabire, Pertamina: Penyebab Masih Diselidiki Polisi
NABIRE, InfoNabire.com – Pertamina Patra Niaga memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ledakan mobil Avanza bernomor polisi PA 1884 KE yang terjadi saat pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU Oyehe, Kabupaten Nabire, Senin (08/06/2026). Saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga 1 Papua Tengah, Muhammad Rinaldy Suryanto, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait insiden tersebut dan memastikan petugas SPBU langsung melakukan penanganan darurat sesuai prosedur keselamatan.
“Kami mengonfirmasi telah terjadi insiden pada saat proses pengisian BBM di area SPBU Oyehe. Petugas SPBU segera melakukan langkah penanganan darurat sesuai prosedur keselamatan yang berlaku dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), sehingga situasi dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.
Menurut Rinaldy, respons cepat petugas menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya dampak insiden. Ia juga mengapresiasi kesigapan petugas yang bertindak sesuai standar keselamatan yang berlaku.
Saat ini, Pertamina terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pihak terkait untuk mendukung proses investigasi guna mengungkap penyebab pasti ledakan tersebut. Rekaman CCTV di lokasi juga menjadi bagian dari bahan penyelidikan.
“Saat ini kami berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pihak terkait untuk mendukung proses penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Kami menghormati proses investigasi yang sedang dilakukan oleh Polres Nabire dan akan memberikan data maupun informasi yang diperlukan,” lanjutnya.
Terkait ditemukannya sejumlah jerigen di dalam mobil Avanza yang mengalami ledakan, Pertamina menyerahkan sepenuhnya penanganan dan penyelidikan kepada pihak berwenang. Perusahaan juga menegaskan terus melakukan sosialisasi mengenai tata cara pembelian BBM subsidi maupun non-subsidi serta memperkuat standar keselamatan di seluruh jaringan SPBU.
“Kami memang menemukan adanya jerigen di dalam mobil, namun kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk dilakukan investigasi, dan apabila ada pelanggaran kami akan informasikan selanjutnya, selain itu kami juga memastikan penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di seluruh SPBU agar operasional penyaluran energi kepada masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” tutup perwakilan Pertamina Patra Niaga.
Sejalan dengan proses penyelidikan yang berlangsung, Pertamina mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan keselamatan saat berada di area SPBU, mengikuti arahan petugas, serta menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan risiko selama proses pengisian BBM.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan mobil di SPBU Oyehe masih didalami oleh Polres Nabire. Operasional penyaluran BBM di lokasi tetap berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.






















