Seminar Wawasan Kebangsaan di Nabire Perkuat Persatuan dan Nasionalisme Generasi Muda Papua Tengah

NABIRE – Generasi muda diajak memperkuat wawasan kebangsaan, menjaga persatuan, dan membangun Papua Tengah yang damai melalui Seminar Wawasan Kebangsaan bertema “1 Juli dalam Perspektif Sejarah dan Kebangsaan, Memperkuat Persatuan, Menjaga Papua Tengah Damai dan Membangun Masa Depan dalam Bingkai NKRI”.

Kegiatan yang berlangsung di Aula RRI Nabire, Jalan Merdeka, Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Jumat (3/7/2026), diikuti sekitar 170 peserta yang berasal dari mahasiswa Universitas Satya Wiyata Mandala serta pemuda gereja.

Seminar tersebut dikoordinasikan Ketua Karateker DPC GAMKI Nabire, Yusuf Simbiak, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman sejarah, nilai kebangsaan, serta nasionalisme di kalangan generasi muda.

Hadir dalam kegiatan itu Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Nabire Benony Ayorbaba, Danlanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, Kepala Kesbangpol Nabire Akon Ferry Yawan, Guru Besar Hukum Universitas Cenderawasih Prof. Dr. Melkias Hetharia, dosen Universitas Satya Wiyata Mandala Johanis M. Ramandey, Tokoh Muda Biak Gian Mario Kapissa, Wadan Denpom XVII/1 Nabire Mayor Cpm Agustinus Ramba, Pasi Intel Kodim 1705/Nabire Lettu Inf Usman, Kasat Binmas Polres Nabire Iptu A.Y. Mainery, Ketua DPD GAMKI Papua Tengah Anis Labene, serta tamu undangan lainnya.

Seminar Wawasan Kebangsaan di Nabire Perkuat Persatuan dan Nasionalisme Generasi Muda Papua Tengah

Dalam sambutannya, Yusuf Simbiak bilang seminar tersebut menjadi ruang akademik sekaligus ruang kebangsaan untuk membangun pemahaman sejarah secara objektif.

Menurutnya, sejarah harus dipahami sebagai pembelajaran bersama, bukan dijadikan pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Perbedaan pandangan terhadap sejarah harus disikapi melalui dialog, kajian ilmiah, dan semangat persaudaraan, bukan dengan kebencian maupun tindakan yang mengganggu ketenteraman masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak generasi muda meningkatkan literasi sejarah, memperkuat rasa cinta tanah air, serta menjadi agen perdamaian yang mampu menjaga persatuan di Papua Tengah.

Baca juga:  Pemprov Papua Tengah Serahkan 200 Laptop untuk Pelajar Peserta Festival Budaya 2025

Sementara itu, Ketua DPD GAMKI Papua Tengah, Anis Labene, mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut dan menilai kegiatan itu sangat relevan dengan kondisi Papua saat ini.

Ia berharap generasi muda mampu menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan persatuan.

“Generasi muda harus menjadi agen perubahan yang mampu menjaga persatuan, mendorong pembangunan, dan berkontribusi menciptakan Papua Tengah yang aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Nabire melalui sambutan yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Benony Ayorbaba menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara.

Pemerintah Kabupaten Nabire menilai seminar tersebut menjadi wadah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai sejarah, kebangsaan, serta kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Ia mengajak generasi muda memanfaatkan pendidikan, inovasi, dan teknologi secara positif serta bijak menggunakan media sosial.

“Kita harus menyaring setiap informasi sebelum membagikannya dan menjadikan media digital sebagai sarana menyebarkan informasi yang edukatif serta memperkuat persatuan,” katanya.

Narasumber Bahas Sejarah, Keberagaman, dan Persatuan

Dalam sesi materi, Guru Besar Hukum Universitas Cenderawasih, Prof. Dr. Melkias Hetharia, menjelaskan bahwa peristiwa sejarah Papua perlu dipahami secara objektif sesuai perspektif sejarah dan konstitusi Indonesia.

Ia menegaskan keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, pembangunan Papua harus dilakukan melalui dialog, penegakan hukum, pelaksanaan Otonomi Khusus, percepatan pembangunan, perlindungan masyarakat adat, serta pelibatan seluruh elemen masyarakat.

Ia juga mengutip pandangan Ernest Renan dan Presiden pertama RI Soekarno mengenai konsep bangsa yang lahir karena sejarah bersama, semangat persatuan, serta cita-cita membangun masa depan bersama.

Baca juga:  Bupati Mesak Magai akan Bentuk Banpol di Nabire, Ini Tugasnya

Dosen Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire, Johanis M. Ramandey, menambahkan bahwa keberagaman masyarakat Papua merupakan kekuatan yang harus dirawat.

Ia menilai wawasan kebangsaan perlu terus ditanamkan agar masyarakat semakin menghargai perbedaan.
Senada dengan itu, Kepala Kesbangpol Nabire, Akon Ferry Yawan, bilang wawasan kebangsaan harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan tindakan yang mengutamakan persatuan.

Sementara Tokoh Muda Biak, Gian Mario Kapissa, mengajak generasi muda aktif dalam berbagai kegiatan positif guna memperkuat komunikasi antarkelompok dan menjaga keamanan di Papua Tengah.

Peserta Antusias Ikuti Diskusi

Seminar berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab.

Salah satu peserta menanyakan cara menyikapi maraknya informasi di media sosial.

Para narasumber sepakat masyarakat harus memeriksa kebenaran informasi, menggunakan sumber terpercaya, serta hanya menyebarkan informasi yang benar dan tidak memicu perpecahan.

Dalam pertanyaan lain mengenai ketahanan bangsa, para pemateri menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda, disiplin, tanggung jawab, serta pendidikan nilai kebangsaan sejak dini.

Sedangkan terkait upaya menjaga persatuan di tengah keberagaman, narasumber mendorong pemuda aktif dalam organisasi gereja maupun organisasi kemasyarakatan sebagai sarana membangun kepemimpinan, karakter, dan semangat kebangsaan.

Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize, menyanyikan Lagu Tanah Papua, doa bersama, dan berakhir pukul 11.50 WIT.

Seminar Wawasan Kebangsaan di Nabire Perkuat Persatuan dan Nasionalisme Generasi Muda Papua Tengah

Panitia menyebut seminar tersebut mendapat respons positif dari peserta karena dinilai mampu memperkuat pemahaman sejarah secara objektif, meningkatkan nasionalisme, serta memperkokoh komitmen bersama dalam menjaga persatuan, toleransi, dan situasi keamanan yang kondusif di Papua Tengah.

KAPOLRES PANIAI BESERTA STAF DAN JAJARAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1447 H / 2026 M Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga amal ibadah, keikhlasan berkurban, serta doa-doa yang dipanjatkan diterima oleh Allah SWT. Momentum Idul Adha menjadi pengingat tentang arti pengorbanan, kepedulian, dan kebersamaan dalam mempererat tali silaturahmi antar sesama. Semoga keberkahan, kedamaian, kesehatan, dan kebahagiaan senantiasa menyertai kita semua, khususnya masyarakat Kabupaten Paniai. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. AKBP Roycke H. F. Betaubun, S.I.P., S.I.K., M.Si., M.Tr.Opsla Kapolres Paniai
Kapolres Paniai dan Jajaran mengucapkan Selamat Memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus 14 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Buruh Nasional 1 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Buruh Nasional 1 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026
Selamat Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026
KAPOLRES PANIAI BESERTA STAF DAN JAJARAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1447 H / 2026 M Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga amal ibadah, keikhlasan berkurban, serta doa-doa yang dipanjatkan diterima oleh Allah SWT. Momentum Idul Adha menjadi pengingat tentang arti pengorbanan, kepedulian, dan kebersamaan dalam mempererat tali silaturahmi antar sesama. Semoga keberkahan, kedamaian, kesehatan, dan kebahagiaan senantiasa menyertai kita semua, khususnya masyarakat Kabupaten Paniai. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. AKBP Roycke H. F. Betaubun, S.I.P., S.I.K., M.Si., M.Tr.Opsla Kapolres Paniai
l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup