Truk Logistik–BBM Dirusak dan Dijarah di Dogiyai, Sopir Ini Tulis Pesan yang Bikin Haru

DOGIYAI, infonabire.com – Aksi pemalangan yang berujung perusakan dan penjarahan truk logistik serta BBM terjadi di Kabupaten Dogiyai, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 16.39 WIT. Peristiwa itu tak hanya merusak kendaraan, tetapi juga menyisakan luka dan ketakutan bagi para sopir lintas.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sekelompok warga menghentikan dan melakukan pengrusakan pelemparan batu hingga menjarah salah satu truk BBM yang disebut-sebut telepon genggam milik sopir dicuri terhadap truk lintas yang mengangkut logistik serta BBM. Batu menghantam bodi truk dan kaca kendaraan pecah di lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, lima unit truk mengalami kerusakan. Satu sopir dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan kaca. Distribusi logistik dan pasokan BBM di jalur Trans Nabire–Paniai yang menghubungkan Nabire, Dogiyai, Deiyai hingga Paniai pun sempat terganggu.

Di tengah beredarnya video itu, sebuah komentar dari akun Facebook bernama Lena Aleksa di postingan reel Info Nabire menjadi perhatian. Komentar tersebut dikutip infonabire.com, Rabu (4/3/2026) pagi.

Baca juga:  BREAKING NEWS: Mobil Diduga Truk Sampah Terjun ke Laut di Pelabuhan Nabire

Dalam tulisannya, Lena Aleksa yang menyuarakan keresahan para sopir lintas menuliskan curhat panjang dan penuh harapan agar kekerasan dihentikan.

“Di sini pengemis tidak ada, tapi pemalangan jalan dengan cara kekerasan kami alami setiap hari. Coba kalau kalian minta dengan cara baik, kami pun mau berbagi. Kalau kalian iri dengan kami, kalian bisa seperti kami jadi driver lintas. Kita sama-sama saling berbagi pengalaman, biar kita bisa hidup rukun. Hidup di dunia hanya satu kali, jangan kalian suka main kekerasan. Kami tidak ada salah, tidak ada juga kami senggol kalian di jalan, tapi kalian selalu cari kesalahan kami. Tuhan itu Maha Melihat, suatu saat teguran pasti akan datang untuk kalian yang berbuat kejahatan,” tulisnya.

Tak berhenti di situ, ia juga menggambarkan kondisi yang kerap dialami para sopir saat melintas.

“Padahal kami para driver tidak pernah bikin salah. Mereka palang minta uang dengan cara kekerasan. Kadang sopir dilukai, kadang mobil dilempar batu, dipecah kacanya. Bagaimana kalau mobil tangki sampai mogok? Bagaimana dengan kalian para manusia yang ada di pedalaman? Kami para driver bawa sembako, bawa kebutuhan kalian, apalagi bawa BBM. Kalian palang kami, kami kurang bagaimana? Kalian minta uang kami kasih, tapi tolong jangan lukai kami. Kami di sini hanya cari makan, kami butuh makan, seperti halnya kalian juga butuh makan,” lanjutnya disertai emoji doa.

Baca juga:  Modus Dibayar Teman, Seorang Pria Bawa Kabur Rokok Surya 2 Bungkus

Curhatan itu menggambarkan kegelisahan sekaligus kelelahan para sopir lintas yang setiap hari membawa kebutuhan pokok untuk masyarakat pedalaman. Mereka bukan datang untuk bermusuhan, melainkan bekerja demi keluarga.

Aksi pemalangan mungkin berlangsung sesaat. Namun rasa takut dan trauma bisa bertahan lama. Dari kolom komentar media sosial, suara Lena Aleksa menjadi pengingat bahwa di balik truk logistik dan tangki BBM, ada manusia yang hanya ingin mencari nafkah dan pulang dengan selamat.

l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup