BRI Nabire Dorong Program KPP, FLPP, dan PNM

NABIRE, InfoNabire.com – Pimpinan Cabang BRI Nabire, M. Arief, menyampaikan pihaknya terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pembiayaan perumahan yang terintegrasi. Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulis kepada wartawan InfoNabire.com, Senin (27/04/2026) siang.

Ia menjelaskan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengintegrasikan sejumlah program pembiayaan perumahan.

Program tersebut meliputi Kredit Program Perumahan (KPP), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), serta dukungan pembiayaan dari PNM. Integrasi ini bertujuan mewujudkan hunian layak sebagai penopang produktivitas usaha sekaligus mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

BRI Nabire Dorong Program KPP, FLPP, dan PNM

“Program ini dirancang pemerintah untuk pemerataan kepemilikan rumah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas M. Arief.

Dari sisi skema, KPP dibagi menjadi dua kategori, yakni supply dan demand. Pada sisi supply, kredit menyasar pengembang, kontraktor, hingga pemilik toko bahan bangunan untuk pembangunan perumahan. Plafon kredit mencapai Rp500 juta hingga Rp5 miliar, dengan bunga maksimal 7,10 persen per tahun dan tenor hingga lima tahun.

Baca juga:  Anggota DPRK Komisi A Dina Misiro Soroti Kondisi Keamanan Nabire yang Dinilai Memburuk

Sementara dari sisi demand, KPP diberikan kepada individu untuk pembelian, pembangunan, maupun renovasi rumah yang mendukung kegiatan usaha. Limit kredit maksimal Rp500 juta, bunga 6 persen per tahun, tenor hingga lima tahun, serta bebas biaya administrasi dan provisi.

Selain itu, pemerintah juga menghadirkan program FLPP yang menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Program ini menawarkan rumah subsidi tipe 36 dengan harga sekitar Rp227 juta. Suku bunga tetap 5 persen per tahun, tenor hingga 20 tahun, uang muka minimal 1 persen, serta tambahan subsidi uang muka sebesar Rp10 juta dari pemerintah.

BRI Nabire Dorong Program KPP, FLPP, dan PNM

Hingga Maret 2026, BRI telah menyalurkan KPP sebesar Rp63,2 miliar kepada 112 nasabah di Papua Tengah. Rinciannya, Rp57,8 miliar disalurkan kepada 87 nasabah di Mimika, sedangkan Rp5,4 miliar kepada 25 nasabah di Nabire, Paniai, dan Deiyai.

Baca juga:  151 Personel Polres Nabire Dikerahkan untuk Amankan Sidang Pleno Rekapitulasi Suara di Nabire

Secara keseluruhan di wilayah Papua, penyaluran KPP mencapai Rp281 miliar. Dari jumlah tersebut, Papua Tengah menyumbang sekitar 22,5 persen atau menjadi yang terbesar di wilayah Papua.

“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat Papua Tengah cukup tinggi dan kondisi ekonomi yang terus berkembang, sehingga program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ke depan, BRI juga melihat potensi penyaluran KPP di Papua Tengah masih sangat besar. Berdasarkan hasil pendataan terbaru, terdapat potensi pembiayaan mencapai Rp38,8 miliar dari 80 calon nasabah.

Potensi tersebut terdiri dari Rp10,4 miliar untuk 10 nasabah dari sisi supply, serta Rp28,4 miliar untuk 70 nasabah dari sisi demand, baik untuk pembelian rumah baru, rumah bekas, pembangunan, maupun renovasi.

BRI Nabire memastikan akan terus mendukung program pemerintah dalam penyediaan hunian layak sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Papua Tengah.

Wakil Ketua I DPRPT, Diben Elaby, S.TH
Wakil Ketua I DPRPT, Diben Elaby, S.TH
l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup