Hampir 200 ODGJ Berkeliaran di Nabire, Dinsos Harap Ada Rumah Aman dan Rumah Sakit Jiwa

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Nabire, Wati Runggiari.

NABIRE, infoNabire.comDinas Sosial Kabupaten Nabire mengungkap jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di daerah tersebut terus bertambah dan diperkirakan mendekati 200 orang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nabire, Yus Baminggen melalui Sekretaris Dinas Sosial Nabire, Wati Runggiari, bilang data yang diterima dari Dinas Kesehatan pada tahun 2024 mencatat lebih dari 100 ODGJ.

Namun hingga saat ini jumlah tersebut diperkirakan meningkat karena masih banyak yang berkeliaran di berbagai wilayah Nabire.

“Data dari Dinas Kesehatan tahun 2024 itu lebih dari 100 orang, tetapi sekarang kemungkinan sudah hampir 200 orang,” kata Wati saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/03/2026).

Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam penanganan ODGJ di Nabire adalah belum adanya rumah aman atau tempat penampungan khusus.

Akibatnya, banyak ODGJ yang masih hidup berpindah-pindah dan berada di lingkungan masyarakat.

Dinsos Sering Titip Bantuan Makanan

Meski fasilitas terbatas, Wati menegaskan Dinas Sosial tetap berupaya membantu ODGJ yang ada di Nabire.

Baca juga:  Langit Tak Lagi Biru, BMKG Nabire Prediksi Hujan

Salah satunya dengan memberikan bantuan bahan makanan kepada warga yang bersedia membantu merawat mereka.

“Kalau ada yang bisa kami bantu, misalnya ada tetangga yang mau bantu, kami titipkan beras atau makanan supaya mereka bisa memasak dan memberi makan ODGJ yang ada di lingkungan mereka,” jelasnya.

Namun ia menilai upaya tersebut belum cukup tanpa adanya fasilitas khusus.

Usulkan Rumah Aman untuk ODGJ

Dinas Sosial Nabire sebenarnya sudah mengusulkan pembangunan rumah aman bagi ODGJ kepada pemerintah daerah.

Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi tempat penanganan sementara sebelum pasien mendapatkan perawatan medis yang lebih lanjut.

“Kami sudah usulkan rumah aman, tetapi tentu keputusan ada di pimpinan. Kami percaya suatu saat Bapak Bupati bisa menyediakan tempat itu,” ujarnya.

Selain rumah aman, Wati juga berharap Nabire dapat memiliki rumah sakit jiwa sehingga pasien tidak harus dirujuk ke luar daerah.

Baca juga:  Relawan SUWARA Dukung Martinus Adii-Agus Suprayitno untuk Pilkada Nabire 2024

“Supaya kita tidak perlu lagi mengirim mereka keluar daerah untuk berobat,” katanya.

Kasus Terbaru Berawal dari Tekanan Hidup

Wati juga menceritakan salah satu kasus terbaru yang ditangani Dinas Sosial, yakni seorang ODGJ bernama Yoke T, warga Kelurahan Bumi Wonorejo.

Dari keterangan keluarga, gangguan kejiwaan yang dialami diduga berawal setelah suaminya meninggal dunia.

Selain itu, anak satu-satunya kemudian dibawa oleh keluarga dari pihak ayah sehingga membuatnya mengalami tekanan emosional.

“Keluarga bilang setelah suaminya meninggal dan anaknya dibawa oleh keluarga dari pihak bapaknya, mungkin dia mengalami stres. Apalagi mungkin tidak ada yang memberi penghiburan atau penguatan,” jelas Wati.

Dinas Sosial berharap penanganan medis yang tepat dapat membantu pemulihan kondisi pasien sekaligus mencegah terjadinya gangguan yang dapat meresahkan masyarakat.

l

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup