BGN Nabire Bayar Biaya Perawatan Rp9,8 Juta, 5 Pasien Diduga Usai Konsumsi MBG Dipindahkan ke Klinik Alfa
NABIRE, InfoNabire.com – Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire memastikan lima pasien yang sebelumnya menjalani perawatan di Klinik Rihensa dipindahkan ke Klinik Alfa Benedik Jaya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menyampaikan hal tersebut kepada awak media saat memberikan keterangan terkait perkembangan kondisi pasien yang sebelumnya mengalami gangguan kesehatan usai diduga mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Marsel menjelaskan, keputusan pemindahan pasien dilakukan setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan mitra program serta Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Lani.
“Pada siang hari ini kami telah berkoordinasi dengan pihak mitra serta Kepala SPPG Kampung Lani. Dari hasil koordinasi tersebut diputuskan bahwa lima pasien yang sebelumnya dirawat di Klinik Rihensa dipindahkan ke Klinik Alfa Benedik Jaya,” ujar Marsel.
Menurutnya, pemindahan tersebut dilakukan agar para pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal, termasuk fasilitas pemeriksaan laboratorium yang lebih lengkap seperti pemeriksaan darah serta penanganan medis yang lebih komprehensif.
Marsel juga menyampaikan bahwa kondisi kelima pasien saat ini berangsur membaik. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya memastikan para pasien memperoleh penanganan kesehatan terbaik.
“Puji Tuhan, kondisi mereka sudah mulai membaik. Namun kami ingin memastikan mereka mendapatkan fasilitas kesehatan yang lebih memadai agar proses pemulihannya semakin maksimal,” jelasnya.
Selain memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik, Marsel mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah menyelesaikan seluruh tagihan biaya perawatan pasien di Klinik Rihensa sebelum proses pemindahan dilakukan.
“Sebagai bentuk tanggung jawab, sebelum pasien dipindahkan kami terlebih dahulu melakukan pembayaran kepada pihak Klinik Rihensa. Total tagihan perawatan mencapai Rp9.840.000,” ungkap Marsel.
Ia menjelaskan, biaya perawatan tersebut mencakup berbagai komponen, mulai dari administrasi, konsultasi dokter, visite dokter, sewa kamar perawatan kelas II, tindakan keperawatan, pemeriksaan laboratorium, hingga obat-obatan serta bahan habis pakai (BHP) medis.
Marsel menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Badan Gizi Nasional dalam menangani kejadian ini secara terbuka kepada masyarakat.
“Hal ini kami sampaikan agar publik mengetahui bahwa kami serius menyikapi persoalan ini dan tetap berkomitmen memastikan para pasien mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik,” tegasnya.
Meski demikian, Marsel menambahkan bahwa hingga saat ini pihak dokter masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para pasien.
“Untuk penyebab pastinya kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh dari pihak dokter,” pungkasnya.








