Penemuan Anak Meninggal di Rumah Kos Malompo Nabire, Keluarga Awalnya Curiga Karena Telepon Tak Dijawab
NABIRE, InfoNabire.com – Warga di sekitar Jalan Cemara, Kelurahan Malompo, Kabupaten Nabire, digegerkan dengan penemuan seorang anak perempuan yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kos pada Sabtu malam (14/03/2026).
Anak tersebut diketahui berinisial N (7), seorang siswi kelas 1 SD YPK di Nabire. Korban diketahui tinggal bersama ibunya berinisial P di rumah kos tersebut.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh pihak keluarga setelah merasa curiga karena ibu korban tidak merespons panggilan telepon sejak sehari sebelumnya.
Nenek korban, Arce Wambrauw, mengatakan keluarga mulai merasa gelisah karena nomor telepon ibu korban tidak dapat dihubungi.
“Saya suruh, sa bilang coba cek mama ade lagi, karena nenek telpon juga tidak aktif. Biasanya telpon itu satu kali mamanya angkat. Tapi ini kami hubungi dari kemarin, tadi malam, da pu mama tidak angkat,” ujar Arce Wambrauw kepada infonabire.com di lokasi kejadian, Sabtu malam.
Karena merasa khawatir, keluarga kemudian mendatangi rumah kos tersebut pada siang hari. Mereka sempat memanggil dari luar, namun tidak ada respons dari dalam rumah.
“Kita gelisah, baru tadi siang kita datang. Panggil-panggil nada-nada, tidak buka,” kata Arce.
Saat itu keluarga sempat melihat beberapa barang masih berada di tempatnya sehingga tidak langsung menaruh curiga.
“Kalau berangkat itu, nanti sepatu ini kasih masuk semua, ini ada helm,” lanjutnya.
Karena tidak mendapatkan jawaban dari dalam rumah, keluarga sempat kembali pulang. Namun pada malam hari mereka memutuskan kembali lagi untuk memastikan kondisi di dalam rumah kos.
Saat mencoba melihat keadaan di dalam, salah satu anggota keluarga mulai menangis karena melihat sesuatu yang mencurigakan dari dalam kamar.
Keluarga kemudian segera menghubungi pihak keluarga lainnya untuk datang ke lokasi.
“Dia bilang, Bapak, Bapak datang dulu, ini kayak lain-lain, itu Maput punya rumah kos ini, Bapak cepat,” ujar Arce menirukan ucapan anggota keluarga saat menelepon.
Sesampainya di lokasi, salah satu pihak keluarga kemudian berusaha membuka pintu dengan memasukkan tangan melalui jendela.
Setelah pintu berhasil dibuka, keluarga masuk ke dalam rumah dan menemukan ibu korban dalam kondisi kritis.
“Baru dia masuk, dia (P orang tua N) masih begini (kritis) jadi langsung digendong,” kata Arce.
Ibu korban kemudian langsung dibawa keluar untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sementara itu, keluarga yang masih berada di luar kemudian menanyakan keberadaan N. Namun mereka mendapatkan kabar duka bahwa anak tersebut sudah tidak bernyawa.
“Baru nada? Keluarga bilang, aduh nada sudah tidak ada, nada sudah meninggal di dalam, sudah tidak nafas, mamanya masih kejang-kejang,” tuturnya.
Arce juga menceritakan bahwa N baru saja berulang tahun ke-7 pada 7 Maret 2026 lalu.
“Kemarin tanggal tujuh itu, baru dia genap tujuh tahun, tanggal tujuh hari Sabtu,” katanya.
Sebelumnya, Arce juga sempat bertemu dengan N pada Kamis (12/03/2026) sepulang sekolah di rumah neneknya yang berada di depan SMA YPK Tabernakel, Jalan Kusuma Bangsa, Oyehe, Nabire.
Saat itu N sempat berbincang dengan neneknya.
“Nanti nada dengan mama mau berangkat di luar Nabire. Oh iya sudah nenek juga mau berangkat ke Timika karena nenek punya kakak ada meninggal,” ujar Arce menirukan ucapan cucunya.
Dalam pertemuan itu, N juga sempat meminta neneknya datang ke rumah kos.
“Nenek nanti datang ke rumah kos supaya Nada mau kasih kue untuk Nenek makan. Saya datang langsung dia kasih kue,” katanya.
Menurut Arce, sejak kecil N sering diasuh olehnya. Ketika orang tuanya bekerja, N biasanya dititipkan di rumah neneknya untuk dijaga.
Saat ini, ibu korban berinisial P masih menjalani perawatan di RSUD Nabire.
Sementara itu, penyebab pasti kematian N masih belum diketahui. Pihak kepolisian diketahui telah turun ke lokasi kejadian dan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta penyebab peristiwa tersebut.








