Pelajar SMAN 2 Dogiyai Tewas Ditembak, Pihak Sekolah Bantah Korban Terlibat KKB
DOGIYAI, InfoNabire.com – Pihak SMAN 2 Dogiyai membantah tudingan yang menyebut Nopison Tebai (21), pelajar yang tewas dalam insiden penembakan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, terlibat kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Operator SMAN 2 Dogiyai, Benny Goo, menegaskan korban merupakan siswa aktif kelas XI IPS 2 dan masih tercatat resmi sebagai pelajar di sekolah tersebut.
“Korban bukan anggota kelompok tertentu, melainkan anak murid kami sendiri. Ia anak asli Dogimani dan masih aktif sebagai siswa SMA,” ujar Benny Goo, dikutip infoNabire.com, Minggu (10/5/2026).
Benny juga memastikan identitas korban terdaftar secara resmi dalam administrasi sekolah dan membantah dugaan awal yang mengaitkan korban dengan kelompok bersenjata.
“Namanya juga terdaftar resmi dalam data sekolah,” sambungnya. Menurut Benny, saat insiden terjadi, korban berada di lokasi pertandingan olahraga masyarakat yang digelar untuk penggalangan dana. Namun, Nopison disebut tidak sedang mengikuti pertandingan.
Ia menjelaskan korban bersama sejumlah anak muda lainnya hanya beristirahat di bawah tenda di sekitar lapangan ketika aparat kepolisian datang ke lokasi.
“Mereka hanya duduk santai di bawah tenda. Kemudian aparat kepolisian datang dan langsung melakukan penembakan ke arah anak-anak yang berada di dalam tenda tersebut,” katanya.
Situasi di area pertandingan langsung berubah mencekam usai suara tembakan terdengar. Sejumlah anak muda yang berada di lokasi panik dan berupaya melarikan diri untuk menyelamatkan diri.
Dalam kondisi tersebut, Nopison Tebai diduga terkena tembakan hingga akhirnya meninggal dunia.
Benny menyebut kegiatan yang berlangsung saat itu merupakan pertandingan olahraga masyarakat, yang kemungkinan berupa sepak bola atau bola voli. Korban disebut hanya berada di sekitar lokasi bersama teman-temannya dan tidak ikut bermain.
“Korban bersama teman-temannya sedang beristirahat. Selain korban, ada juga beberapa murid lainnya yang berada di lokasi kejadian,” tambahnya.
Kasus penembakan ini menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Dogiyai setelah diketahui korban masih berstatus pelajar aktif di SMAN 2 Dogiyai.












